Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Senin, 08 Februari 2010

ETIKA BERMUTALAAH DAN BERTUKAR PIKIRAN

ETIKA BERMUTALAAH DAN BERTUKAR PIKIRAN

Jika kita ingin pandai, janganlah kita suka menghafalkan pelajaran dengan sendirian. Ajaklah teman-teman kita yang kita anggap dapat menolong dalam memahami pelajaran. Jika kita temukan suatu permasalahan yang sudah kita kuasai, janganlah kita memberanikan diri menerangkannya tanpa menggunakan pegangan buku/kitab seolah-olah seperti mengajar.

Bersikaplah sopan, terutama terhadap teman yang dipilih untuk mendampingi kita dalam bermutalaah dan belajar kelompok. Jika kita lebih dulu mengerti, janganlah sekali-kali bersikap sombong terhadap teman kita. Jika ia berpendapat lain maka hargailah pendapatnya itu. Mungkin saja pendapatnya itu benar, sementara pendapat kita salah. Jangan mau menang sendiri, meskipun kenyataannya salah. Sebab ilmu pengetahuan itu adalah amanat Tuhan. Barang siapa yang mencari kemenangan dan membela kesalahan, berarti ia telah meremehkan amanat Ilahi.

Rajin-rajinlah dalam menghafalkan pelajaran. Sebab penyakit ilmu itu adalah sering lupa. Perlu kita ketahui, bahwa setiap tahun pasti diselenggarakan ujian. Maka barang siapa yang dapat menjawab semua pertanyaan, akan gembira dan beruntung. Dan menyesallah orang yang tidak dapat menjawabnya. Lebih-lebih bagi yang prestasinya menurun.

Janganlah kita menghafalkan sesuatu tanpa mengerti maksudnya. Tetapi haruslah kita pahami dahulu arti dan maksud sebenarnya, lalu kita resapkan dalam pikiran kita. Sebab yang dimaksud dengan ilmu adalah apa yang dipahami, bukan apa yang dihafal.

Biasanya saat anak-anak berkumpul sering-sering saling bertukar pikiran dan membahas hal-hal yang masih belum mereka mengerti. Maka jangan sekali-kali memotong pembicaraan mereka, dan janganlah tergesa-gesa memberi jawaban atas persoalan tersebut sebelum kita pelajari secara mendalam. Juga jangan suka menyangkal terhadap suatu soal yang belum pernah kita pelajari. Jangan suka menampakkan keangkuhan terhadap lawan dalam perdebatan, atau menyakiti hatinya dengan melontarkan kata-kata yang menusuk perasaan atau bernada menghinanya.

Bertukar pikiran bersama teman-teman kita dalam masalah ilmu-ilmu agama adalah sangat dianjurkan, karena banyak mengandung faedah dan manfaat. Di antaranya ialah untuk mengasah kecerdasan otak, menambah ketangkasan berbicara, belajar menjelaskan masalah-masalah dan menumbuhkan sikap berani (syajaah). Tetapi semuanya akan sia-sia jika tidak disertai dengan pengetahuan yang baik, menjauhi kata-kata yang kotor an disertai pula keberanian mengemukakan kebenaran, sekalipun terhadap diri sendiri, tanpa memperdulikan adanya ancaman dari siapapun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU