Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Sabtu, 11 Juli 2009

APA ITU FORMALIN

APA ITU FORMALIN

Apa sebenarnya formalin itu? Seperti diketahui, formalin adalah bahan yang lazim digunakan untuk pengawet mayat. Formalin mempunyai sifat khas disbanding desinfektan lain, sehingga lebih dipilih untuk mengawetkan mayat.
Formalin berasal dari larutan formaldehida dalam air dan pelarut lainnya, umumnya methanol yang berfungsi sebagai stabilisator, mempunyai cara yang unik dalam sifatnya sebagai desinfektan.
Formaldehida membunuh bakteri dengan membuat jaringan dalam bakteri dehidrasi (kekurangan air), sehingga sel bakteri akan kering dan membentuk lapisan baru di permukaan. Selain itu formalin tidak saja membunuh bakteri, tetapi juga membentuk lapisan baru yang melindungi lapisan dibawahnya, supaya tahan terhadap serangan bakteri lain.

Cara Kerja Formalin
Proses kerja formaldehida, yang merupakan bahan utama formalin, ternyata tidak sama dengan desinfektan lain sehingga dipilih sebagai pengawet mayat. Formaldehida akan beraksi secara kimiawi dan tetap ada di dalam materi tersebut untuk melindungi dari serangan berikutnya. Sementara desinfektan lain seperti tetracycline, amikacin, baytril, mendeaktifisikan bekerja dan menyerang bakteri dengan cara membunuh dan tidak beraksi dengan bahan yang dilindunginya.
Formalin efektif untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri. Formalin merupakan zat toksin dan sangat iritatif untuk kulit dan mata yang membahayakan kesehatan manusia. Bagi manusia, larutan ini merupakan zat racun, bersinogen (penyebab kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh), karosit, dan iritatif.

Dampak Buruk Formalin
Formaldehida yang terdapat pada formalin dan termakan manusia akan mengendap dan berkumpul dalam jaringan system peredaran darah dan akan berhenti di beberapa organ pencernaan, seperti pada hati, ginjal, dan usus besar. Oleh sebab itu, formalin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia baik dalam jangka pendek maupun pada rentan waktu yang lama.
Beberapa gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh dampak buruk formalin antara lain akibat paparan akut atau yang berlangsung terus menerus. Gejala yang muncul biasanya berupa sakit kepala, radang hidung kronis, mual-mual dan gangguan pernafasan berupa batuk kronis atau sesak napas kronis. Sedangkan gangguan saraf berupa susah tidur, menjadi sensitif, mudah lupa, dan sulit konsentrasi. Pada wanita, bahan itu bisa menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitasi.

Ciri-ciri Makanan yang mengandung Formalin

Mie Basah yang mengandung formalin
 Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius)
 Bau agak menyengat, bau formalin
 Tidak Lengket dan mie lebih mengilap dibandingkan mie normal.
Tahu yang mengandung Formalin
 Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celsius)
 Tahu terlampau keras, namun tidak padat
 Bau agak menyengat, bau formalin

Baso yang mengandung Formalin
 Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius)
 Teksturnya sangat kenyal

Ikan Segar yang mengandung Formalin
 Tidak rusaj sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius)
 Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih.
 Bau menyengat, bau formalin

Ikan asin yang mengandung formalin
 Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25 derajat Celsius)
 Bersih cerah
 Tidak berbau khas ikan asin

Solusi Pengganti Formalin
Di tengah maraknya kasus formalin, lembaga pendidikan institute Pertanian Bogor, ternyata sejak tahun 1999 sudah menemukan bahan pengawet yang aman bagi kesehatan manusia, yaitu Chitosan, yang terbuat dari limbah udang, kulit kerang dan kulit kepiting.
Untuk mendapatkan chitosan, limbah udang (kulit kepala, dada dan sirip) terlebih dahulu diubah menjadi chitin melalui proses demineralisasi dengan larutan asam. Selanjutnya chitin diubah menjadi chitosan melalui proses deproteinasi atau penghilangan protein dengan larutan basa. Semakin rendah kadar mineral dan protetin dalam chitosan maka mutunya kian baik. Setiap 1 kilogram limbah udang akan menghasilkan 40 persen atau 400 gram chitosan.
Selain aman bagi kesehatan, harga chitosan juga lebih murah dari formalin. Satu gram chitosan yang dilarutkan asam asetat (asam cuka) dapat melapisi 10 kg ikan teri kering. Di pasaran, satu gram chitosan dijual seharga Rp. 5.000. sedangkan bila membuat sendiri dari limbah udang, hanya seharga Rp. 250 hingga Rp. 500.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU