Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Jumat, 10 Juli 2009

BATU LONCATAN UNTUK MERAIH KARIER

BATU LONCATAN UNTUK MERAIH KARIER

Pengalaman membuktikan bahwa amat sulit (bahkan mustahil) untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang langsung meet dengan kebutuhan, keinginan dan harapan pada satu saat yang bersamaan. Oleh karena itu untuk mencapainya diperlukan suatu siasat dengan membuat jembatan batu loncatan. Sebenarnya jembatan ini adalah ungkapan dari kecenderungan sehat dengan syarat diletakkan dalam perspektif yang sehat. Bagaimana membedakan yang sehat dan yang tidak sehat? Berikut adalah sebagian dalil yang dapat kita jadikan alat membedakan :
1. Menjadikan pekerjaan hari ini sebagai realita actual yang disyukuri
Ajaran teoligi mengatakan apa pun yang kita terima hari ini mengandung makna. Persoalannya makna tersebut seringkali tampil dipermukaan berupa peristiwa yang tidak kita inginkan, seperti kegagalan atau penyimpangan terhadap kalkulasi logis. Semua orang yang dipastikan bisa membenarkan perkataan Antony Robbin yang kira-kira artinya adalah banyak peristiwa yang dulunya kita tolak mati-matian tetapi pada akhirnya kita sadari bahwa peristiwa tersebut kita butuhkan demi kemajuan dan kebaikan kita. Hanya saja yang sering terjadi adalah kita terlambat menyadarinya padahal ada pilihan lain di mana kita bisa langsung menyadari dengan mengubah format keyakinan bahwa : setiap peristiwa pasti ada maknya!
2. Merasakan pekerjaan dengan sepenuh hati
Memang tidak ada yang dapat memastikan masa depan kita akan menjadi lebih baik atau lebih buruk, tetapi menurut logika hidup yang benar seseorang harus membangun masa depannya mulai dari hari ini. Kalau kita sudah merasa tersika dengan hari ini maka kita telah membangun masa depan dengan rasa tersiksa dan nestapa sehingga hasilnya adalah……..? Kahlil Gibran mengatakan orang bisa merasakan bahagia dan nestapa jauh sebelum orang tersebut benar-benar merasakannya. Bahagian dan nestapa adalah pilihan emosi yang kita tentukan, bukan persoalan pekerjaan.
3. Memikirkan pekerjaan sebagai materi yang perlu dieksplorasi
Memang pada tahapan awal seseorang harus mencari atau menemukan pekerjaan kalau ia tidak mampu langsung menciptakannya. Tetapi ada satu titik nanti akan dating sebuah moment dimana orang merasa malu kalau harus terus menerus mencari, ia kemudian akan mencoba untuk “dicari” (to attract). Nah…. Untuk sampai pada tingkatan ntersebut tentu membuat orang lain tertarik pada anda (baca : pekerjaan) tidak anda bina dari sekarang sementara momen demikian sudah mulai muncul, maka…..?
4. Menyikapi pekerjaan sebagai pihak yang kita control, bukan sebaliknya
Dengan memegang kendali berarti desain/model masa depan pekerjaan berada di tangan kita. Pengendalian adalah manifestasi dari pikiran, perasaan, dan keyakinan positif. Jadi, pembeda mendasar antara memegang dan melepaskan control (dikontrol) terletak pada unsur positif dan negative. Kalau kita merasa negatif atas pekerjaan saat ini sama dengan memberi izin kepada perasaan untuk mengontrol kita dan biasanya menghasilkan bad surprise.
5. menjalani pekerjaan tetap pada koridor merealisasikan platform kualitas.
Contoh dari platform pekerjaan itu adalah anda memilih menjadi spesialis, generalist atau lainnya. Praktik yang sering terjadi adalah praktik lompat sana sini dengan kualitas penguasaan pekerjaan yang masih jauh dari singgasana in demand atau lebih tepatnya hanya didorong oleh perbedaan nilai nominal gaji awal, bukan oleh dorongan merealisasikan platform. Sepintas memang telah terjadi perbedaan atau perubahan nasib tetapi esensinya di belakang sama saja. Mengapa? Nasib reward suatu pekerjaan yang kita jalani lebih sering ditentukan oleh kemampuan untuk menciptakan kualitas yang lebih kepada pihal lain bukan dibedakan oleh identitas pekerjaan atau perusahaan.
Platform kualitas adalah pernyataan diri tentang sebuah pekerjaan yang kita pilih berdasarkan nilai, tujuan, keunggulan, pengalaman, atau pendidikan. Platform yang kita buat tanpa keputusan dan fondasi kecuali ikut-ikutan atau desakan reaktif kebutuhan sesat atau penghindaran membuat kita mudah bongkar pasang platform yang tidak mengikuti growth circle. Artinya apa yang dilakukan hanya berfungsi seperti candu yang hanya menenangkan sementara dank arena dunia ini tidak berbeda maka masalah di tempat lama akan juga ditemui ditempat yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU