Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 16 Juni 2009

Mengatasi Dampak Radikal Bebas

Mengatasi Dampak Radikal Bebas
Dampak modernitas yang diimbangi oleh industrialisasi sepakat diakui mampu membawa umat manusia kedalam taraf kehidupan yang lebih baik. Semua hal bisa dilakukan dengan mudah, sekaligus tepat. Namun dari hal itu, sepertinya ada yang terlewati, yakni munculnya berbagai polusi sebagai konsekuensi dari majunya sebuah peradaban. Asap kendaraan, polusi industri, ditambah paparan sinar matahari (ultra violet) adalah sekian contoh ancaman yang bisa menganggu kesehatan, khususnya kulit.
Pada dokter ahli kulit sepakat, bahwa pengaruh iklim tropis, khususnya Indonesia yang terletak digaris khatulistiwa sangat besar terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Sinar matahari yang panas serta kelembaban yang tinggi mudah menyebabkan timbulnya kelainan-kelainan pada kulit. Salah satu yang paling ditakuti adalaj efek radikal bebas yang dicurigai salah satu momok utama pada kulit.
Mengenal radikal bebas
Apa sebenarnya definisi radikal bebas? Pertanyaan seperti ini memang kerap muncul seputar kesehatan kulit, radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu electron yang lebih tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan electron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan.
Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernafas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, maupun radiasi sinar matahari. Beberapa sumber radikal bebas lainnya antara lain gaya hidup yang kurang sehat (merokok, tidur tidak teratur karena aktivitas tertentu, stress). Bila kondisi ini tetap terus dibiarkan tanpa ada penanganan serius tentu bisa mengganggu pada kerusakan sel-sel tubuh, karena sifatnya yang merusak sel tubuh. Hal yang paling mudah terlihat adalah bagian kulit. “itulah sebabnya seseorang yang sering melakukan hal-hal seperti diatas kulitnya terlihat buram dan tidak sehat.
Problem Bagi Kulit
Dalam beberapa kasus pula, radikal bebas yang tidak ditangani secara masimal pada kulit bisa mengakibatkan ganggaun yang lebih serius. Salah satunya premature agiung atau penuaan dini. Penuaan dini ini bisa dilihat dengan munculnya kerutan-kerutan halus pada kulit. Misalnya bagian bawah mata (kantung mata), garis senyum maupun dahi.
Memang salah satu efek yang ditimbulkan dari radikal bebas adalah kerusakan jaringan secara pelan. Inilah yang disebut sebagai proses terjadinya penuaan. Salah satu cirinya adalah kulit kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel.
Selain menyerang pada kulit, radikal bebas dalam beberapa penelitian bisa menganggu sel-sel organ tubuh seperti 0tak, jantung, paru-paru, pembuluh darah, mata dan sebagainya. Salah satu buktinya adalah pelarangan penggunaan bahan-bahan tertentu yang mengandung timah (pb) dikota-kota besar dunia., termasuk Surabaya, mengingat secara klinis hasil residu dari pembakaran tersebut dalam jangka panjang bisa menganggu sel otak, yang pada akhirnya mengganggu tingkat kecerdasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU