Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Minggu, 18 Januari 2009

BROKOPNEUMONIA

BROKOPNEUMONIA

Pneumonia

Adalah infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang mengenai parenkim paru (Kapita Selekta Kedokteran, 2000)

Pneumonia

Adalah suatu radang paru yang disebabkan oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur, dan benda asing.

(Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, 1997)

Pada umumnya pembagian pneumonia menurut dasar anatomis dan etiologi.

Ø Pembagian Anatomis

  1. Pneumonia lobaris
  2. Pneumonia lobaris (bronkopneumonia)
  3. Pneumonia interstialis (bronkiolitis)

Ø Pembagian etiologi

  1. Bakteri : - Diplococcus pneumoniae

- Pneumonia

- Streptococous hemolyticus

- Streptococous aureus

- Hemopl\hilus influenza

- Bacillus friendlonder

- Nycobacterium tuberculosis

  1. Virus : - Respiratory sybcytial virus

- Virus influenza

- Virus sitomegalik

  1. Mycoplasma Pneumonia
  2. Jamur : - Histoplasma capsulatum

- cryptococus neoformans

- candida albicans

  1. Aspirasi : - Aspergillus species

- Makanan

- Kerosin (Bensin, minyak tanah)

- Cairan amnion

  1. Pneumonia hipostalik
  2. Sindrom loefter

BROKOPNEUMONIA

Ø Komplikasi

Komplikasi yang terjadi adalah emfiema, OMA, mungkin juga komolikasi lain yang dekat seperti atelektosis, emfisema atau komplikasi jauh seperti meningitis.

Komplikasi tidak akan terjadi bila diberikan antibiotic secara tepat

Ø Prognosis

Dengan pemberian antibiotic yang tepat dan adekuat, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1 %. Bila pasien disertai mal nutrisi energi protein (MEP) dan pasien yang datang terlambat angka mortalitasnya masih tinggi.

Ø Gambaran klinik

Bronchopneumonia biasanya didahului oleh infeksi traktus respiratortus (infeksi sel nafas bagian atas) selama beberapa hari. Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 390 – 400 C dan mungkin disertai kejang karena demam yang tinggi. Anak sangat gelisah, dispnu, pernafasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung dan sianosis sekitar hidung dan mulut. Kadang-kadang disertai muntah dandiare. Batuk biasanya tidak ditemui pada permulaan penyakit tetapi setekag beberapa hari mula-mula kering kemudian menjadi produktif. Pada stadium permulaan sukar dibuat diagnosis dengan pemeriksaan fisis. Tetapi dengan adanya nafas dangkal dan cepat, pernafasan cuping hidung dan sianosis sekitar mukut dan hidung harus diperkirakan pneumonia. Pada perkusi sering tidak ditemukan kelainan. Pada asukultasi mungkin hanya terdengar ronchi basah nyaring-halus atau sedang. Bila sarang sroncopnumonia menjadi satu (kofluensi0 mungkin pada perkusi terdengar keredupan dan suara ronchi terdengar lagi. Tanpa pengobatan biasanya penyembuhan dapat terjadi sesudah 2-3 minggu

Ø Pemeriksaan diagnostic

  1. Foto toraks

Bronkopneumonia terdapat bercak-bercak infiltrate pada satu atau beberapa lobus

  1. Laboratorium

Gambaran darah tepi menunjukkan leukositasis, dapat mencapai 15.000 – 40.000 / mm3 dengan pergesaran ke kiri, kanan penyebab dapat dibidik dari usapan tenggorok dan mungkin juga dari darah. Urin biasanya berwarna lebih tua, mungkin terdapat dibumiuria ringan karena suhu yang nail dan sedikit terak hialin. Analisis gas darah arteri dapat menunjukkan metabolic dengan atau tanpa retensi CO2

Ø Penatalaksanaan

· Medik

Pengobatan diberikan berdasarkan etilogi dan uji resistensi. Tetapi karena hal itu perlu waktu dan pasien perlu terapi secepatnya maka biasanya yang diberikan :

1. Penilisin 50.000 U/kgBB/hari ditambah dengan kloramfenikol 50-70 mg/kgBB/hari atau diberikan antibiotic yang mempunyai spectrum luas seperti ampisilin. Pengobatan ini diteruskan sampai bebas demam 4-5 hari

2. Pemberoan O2 dan cairan intravena, biasanya diperlukan campuran glukose 5 % dan NaCl 0,9 % dalam perbandingan 3:1 ditabah laurtan Kel 10 mEg/500ml/botol infuse

3. Karena sebagian besar pasien jatuh dalam asidosis metabolic akibat kurang makan dan hipoksia, maka dapat diberikan koreksi sesuai dengan hasil analisis gas dan darah.

Pasien bronkopneumonia ringan tidak usah dirawat di RS

· Keperawatan

Seringkali pasien bronkopneumonia yang dirawat di RS datang sudah dalam keadaan payah sangat dispnea, pernafasan cupng hidung sianosis dan gelisolin

Masalah pasien yang perlu diperhatikan ialah menhjaga kelancaran pernafasan, kebutuhan, istirahat, kebutuhan nutrisi dan cairan. Mengontrol suhu tubuh, mencegah kompliaksi dan kurangnya pengetahuan orang tua tua

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU