Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Sabtu, 22 November 2008

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI

Bentuk permukaan bumi sangat beraneka ragam. Ada yang bergunung-gunung, ada yang landai, ada jurang, ada lembah. Dan beragam bentuk lain. Pada pazaman dahulu, banyak orang, mengira bahwa bumi itu datar tidak bulat. Setelah dibuktikan bahwa bumi itu sebenarnya bulat.

TENAGA ENDOGEN DAN TENAGA EKSOGEN

Menurut para ahli, keragaman bentuk muka bumi ini disebabkan oleh dua kekuatan yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Tenaga endogen adalah : tenaga pengubah muka bumi dari dalam bumi

Sedangkan tegana eksogen : tenaga pengubah muka bumi dari luar bumi.

Tenaga endogen bersumber dari magma yang bersifat membangun (konstruktif). Tenaga ini meliputi ; tektonisme, vulkanisme dan gempa bumi),

Tenaga eksogen merupakan tenaga yang bersifat merusak kulit-kulit bumi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tenaga eksogen ini meliputi cair, angin, makhluk hidup, sinar matahari dan gletser. Kedua tenaga ini menghasilkan rupa muka bumi beraneka ragam bentuknya baik daratan maupun dasar laut.

1. Bentuk muka bumi yang dihasilkan tenaga endogen

Tenaga yang sangat besar dari dalam bumi dapt berpengaruh dalam membentuk keragaman bentuk muka bumi. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun. Tenaga endogen merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi dan menjadikan terbentuk cembung, seperti pegunungan atau gunung-gunung berapi, serta berbentuk cekung seperti laut dan danau.

Kerak bumi terdiri atas 2 macam, yaitu kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua, antara lain eropa dan asia atau bisa disebut eurosia, kerak samudra pasifik, kerak samudra pasifik kerak samudra atlantik. Kerak benua juga disebut lempeng benua sedangkan kerak samudra disebut lempeng samudra (bagian yang menghubung naik disebabkan lempeng samudra tertekan magma. Bagian itu disebut pematang tengah samudra). Tekanan terus menerus akan mengakibatkan lempeng samudra bergerak menuju lempeng benua. Rata-rata 10 cm / tahun kalau terus menerus terjadi maka akan terjadi bertumbukan dengan lempeng benua suatu ketika, bagian-bagian yang teangkat akan menjadi pegunungan.

Wilayah-wlayah didunia tempat pertemuan antara lempeng benua ditandai dengan deretan pegunungan. Karena ada tekanan dari dalam bumi, maka dasar laut akan terangkat. Adanya proses erosi dasar laut yang terangkat kemudian membentuk perbukitan.

a. Hasil dari Tektonisme

Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal. Tektonisme di bagi menjadi 2 epirogesea dengan oregenesa.

Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi secara cepat meliputi daerah sempit. Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi patahan dan lipatan.

- Lipatan terjadi akibat tenaga endogen dan yang mendatar dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi menjadi mengkerut, bagian yang meliputi atas disebut punggung lipatan (Antlikina), meliputi kebawah dinamakan (sinkural).

Jenis Lipatan sebagai berikut :

a. Lipatan Tegak (syimmetrical folds) ; terjadi karena pengaruh tenaga horizontal

b. Lipatan miring (Asymmetical folds) ; terjadi karena pengaruh tenaga horizontal yang bekerja tidak sama.

c. Lipatan menutup (Recumbent Folds) ; terjadi karaena tenaga tagencial

d. Lipatan rebah (overtuned Folds) ; terjadi karena arah tenaga harizontal

e. Sesor sangkap (Ever Thrust) terjadi karena adanya gerakan sepanjang bumi.

v Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara vertikal maupun horizontal. Jenis-jenis patahan adalah sebagai berikut :

a. Tanah naik (horst) ; yaitu dataran yang terletak lebih tinggi daerah sekelilingnya akibat daerah disekelilingnya patah. Horst terjadi akibat gerak tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan dari dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong naik

b. Tanah turun (graben/slenk) yaitu kenampakan yang dataran letaknya lebih rendah dari daerah sekelilingnya, graben terjadi tarikan dari dua arah yang mengakibatkan kerak bumi turun.

c. Sesar yaitu ; patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan hanyal sebagian saja yang bergeser. Sesar ini dibagi menjadi dua desktral dan sinistral.

Dekstral yaitu jika kita berdiri didepan potongan sesar maka akan bergeser kekanan.

Sinistral yaitu jika kita berdiri di depan potongansesar didepan kita bergeser ke kiri.

d. Blok Mountain yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan-patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan disuatu daerah, ada yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah ada yang aik dan ada yang turun dan ada pula yang berbentuk miring sehingg berbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balok-balok litosfera.

1. Pegunungan

Pegunungan adalah kumpulan dari gunung-gunung yang membentuk permukaan bumi seolah-olah bergelombang dengan lembah dan lekukan diantara gunung-gunung tersebut. Contoh 2 daratan pegunungan di Indonesia :

a. Sirkum Pasifik, yang melalui sulawesi, Maluku, papua dan Halmahera

b. Sirkum Mediterania

§ Busur dalam (Vulkanis) yang melalui sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, solor, alor, weter. Damar. Nila, Seua, Manuk, Kepualauan Banda, dan berakhir dipulau Ambon.

§ Busur luar (Non Vulkanis) yang melalui P. Simelue, P. Nias, P. Batu, P. Mentawai, Enggano, Tenggelam di sebelah setalan P. Jawa, Sawu, Roti, Timor, Kep. Leti, Sermata, Kep. Barbar. Kep. Tanibar, Kep Walubela, Kep. Laut seram, Manipa, Batu dan pulau-pulau kecil sekitarnya.

2. Dataran Tinggi

Dataran tinggi adalah daerah datar yang berada pada ketinggian diatas 700 m.

3. Plato / Petau

Bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relatif rata dan telah mengalami erosi.

4. Depresi

Depresi adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk. Sedangkan yang membuat disebut dosin.

5. Palut Laut

Palung laut adalah bagian luar bumi yang terdapat di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 500 m. bentuknya memanjang dan sempit sebagai akibat dari proses penenggelaman yang terus menerus.

6. Lubuk Laut

Proses pembentukkan lubuk laut sama dengan palung laut hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu yang membuat dengan kedalaman juga lebih dari 5000 m.

7. Punggung Laut

Bentuk dari punggung laut dapat digambarkan seperti bukit didasar laut. Sebagaian dari punggung laut ada juga yang muncul diatas permukaan air laut.

8. Ambang Laut

Ambang laut adalah pembatas pada dasar laut yang memisahkan dua laut dalam

9. Shelf

Shelf adalah bagian laut yang dalamnya kurang dari 200 meter.

b. Hasil dari Proses Vulkanisme

Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfera yang bergerak ke lapisan yang lebih keatas atau keluar ke permukaan bumi (dalam arti luas). Pergerakan magma sebagai ciri aktivitas magma dibedakan sebagai berikut :

1. Intrusi

Instrusi magma adalah aktifitas magma didalam lapisan litosfera, memotong atau menyisipkan litosfera dan tidak mencapai permukaan bumi. Instrusi magma disebut juga plutonisme.

a. Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari dapur magma, terjadi karena penurunan suhu yang lambat.

b. Lakolit, yaitu magma yang menyusup diantara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan diatasnya terangkat sehingga cembung, sedangkan alasnyarata.

c. Sill, yaitu lapisan magma tipis yang menyusup diantara lapisan batuan diatas, data dibagian alasnya.

d. Gang, yaitu batuan dari instrusi magma yang memotong lapisan batuan yang berbentuk pipih atau lempeng.

e. Apofisa, yaitu cabang dari erupsi korok (gang)

f. Diatrema, yaitu batuan yang mengisi pipa letusan.

g.

2. Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai permukaan bumi. Ektrusi magma merupakan kelanjutan dari instrusi magma, bahan yang dikeluarkan pada saat terjadi proses ekstrusi magma terutama ketika terjadi letusan gunung api adalah dalam bentuk material padat yang disebut eflatalpiroklastik dalam wujud gas, seperti belerang, nitrogen, gas asam arang, dan gas uap air.

Menurut bentuknya ekstrusi magma dibedakan menjadi 3 macam :

a. Ekstrusi sentral, yaitu magma keluar melalui sebuah saluran magma (pipiah kawah) dan membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri. Ekstrusi melahirkan tipe letusan gunung api. Misalnya gunung krakatau dan gunung Vesuvius.

b. Ekstrusi linier, yaitu magma keluar melalui retakan atau celahan yang memanjang sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang kecil-kecil disepanjang retakan itu. Misalnya gunung api laki di pulau Eslandia dan deretan gunung api di Jawa Barat dan Jawa Timur.

c. Ekstrusi areal, yaitu magma keluar dari lubang yang besar, karena magma terletak sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga magma menghancurkan dapur magma yang menyebabkan magma meleleh keluar ke permukaan bumi. Misalnya Yellow Stone National Park di amerika serikat yang luasnya 10.000 KM2.

Hasil dari vulkanik atau fenomena alam pasca vulkanik atau fenomena alam setelah terjadi letusan.

1. Gunung

Gunung adalah bagian permukaan bumi yang berbentuk kerucut atau kubah yang berdiri sendiri dan terdiri atas satu puncak tertinggi yang dibatasi oleh lereng. Gunung merupakan bukit yang besar yang bentuknya lebih runcing dan lebih tinggi dari permukaan bumi. Gunung terbentuk oleh adanya gerakan magma atau ekstrunsi magma dalam bumi dari kantung/dapur magma sampai dalam lapisan permukaan bumi. Gunung api biasnaya masih aktif artinya gunung tersebut sewaktu-waktu dapat mengalami letusan-letusan. Contoh gunung api di Indonesia yang dapat dijumapi di daratan adalah gunung slamet di Jawa Tengah, gunung Merapi di Yogyakarta, sedangkan gunu api di laut misalnya gunung krakatau di selat Sunda. Gunung yang tidak aktif ada yang menyebut gunung “tidur” artinya gunung tersebut sudah mengeluarkan lagi material vulkan baik padat maupun cair. Contoh gunung yang tidak aktif adalah gunung ceremai di Jawa Barat, gunung Lawu di Jawa Tengah dan gunung Salak di Bogor.

2. Fenomena Alam Pasca Vulkanik

a. Mata air panas (air thermal) dan air mineral

Jenis air ini banyak dimanfaatkan sebagai sumber air mineral yang dikonsumsi dalam bentuk kemasan. Banyak dijumpai di depot air isi ulang atau di jual bebas. Mata air yang terkenal adalah mata air panas Baturaden di Purwokerto, Ciater di Bandung dan Sangkan Hurip di Kuningan.

b. Sumber gas Lekskalasi

Sumber ini dapat keluar dari :

§ Solfatar, yaitu sumber gas belerang, kenampakan ini banyak dijumapi di kawah-kawah puncak gunung api yang masih aktif. Misalnya di kawah puncak gunung Bromo dan kawah puncak gunung Merapai Daerah Istimewah Yogyakarta.

§ Fumarol, yaitu sumber gas uap air. Sumber gas ini sama seperti solfator, fumarol dapat dijumpai pada gunung api yang masih aktif.

§ Mofet, yaitu sumber gas asam belerang / arang. Sama seperti fumarol dan solfator, mofet juga dapat dijumpai pada gunung api yang meletus. Mofet dan belerang merupakan dua gas yang berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan kematian.

c. Mata Air Geyser

Mata air geyser diketemukan di daerah vulkan aktif. Geyser merupakan mata air tanah yang memancarkan sewaktu-waktu dalam selah batuan atau bekas kantong magma akibat dorongan gas dari alam. Geyser tidak akan nampak jika kandungan air tanah pada daerah tersebut habis, namun pada saat terisi air akan muncul kembali. Fenomena ini dapat kamu jumpai di Plato Dieng Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU