Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 04 November 2008

Dampak Tayangan Televisi Terhadap Prilaku Siswa

Dampak Tayangan Televisi Terhadap Prilaku Siswa

Istilah televisi (dalam kamus umum Bahasa Indonesia) ialah penyiaran pertunjukkan dan sebagainya dengan alat radio dan penerima dimana pertunjukkan tadi di wujudkan sebagai gambar hidup.

Hadirnya media elektronik sebagai media hiburan seperti halnya televisi membangkitkan gairah masyarakat dari berbagai penjuru, dari mulai perkotaan sampai ke pelosok-pelosok Desa. Apalagi sekarang stasiun-stasiun televisi swasta saling bermunculan dengan suguhan-suguhan tayangan yang lebih memikat pemirsa. Dan yang lebih menggembirakan bila dahulu televisi hanya bisa dinikmati oleh golongan atas, namun sekarang televisi telah merambah ke semua golongan. Sebab rakyat jelatapun banyak sudah bisa membeli sebuah pesawat televisi jadi media hiburan, seperti televisi telah merakyat dan bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Banyak segi positif yang ditayangkan ditelevisi, diantaranya memberikan informasi aktual yang sedang hangat-hangatnya terjadi, baik di dalam negeri maupun diluar negeri, sehingga meskipun kita berada dirumah, namun dapat mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di luar rumah, bahkan luar negeri. Begitu pula mengetahui informasi ritual keagamaan, sebagai contoh misalnya ; di pagi hari saat matahari mulai menampakkan senyumnya, saat seseorang belum mulai disibukkan oleh aktivitas-aktivitas rutin, media elektronika seperti televisi telah menyajikan santapan rohani, penyejuk kalbu dengan siraman-siraman rohani dengan menampilkan da’i-da’i kondang atau ilmuan-ilmuan Islam yang berceramah dengan mengetengahkan tema-tema yang aktual. Acara keagamaan setiap pagi secara serentak ditayangkan di semua stasiun televisi swasta kita dengan topik pembicaraan yangberbeda-beda, dengan begitu pemirsa tinggal memilih tema-tema yang disukainya.

Tayangan santapan rohani secara serentak ini secara tidak langsung pihak televisi tidak memberi kesempatan kepada pemirsa untuk menonton tayangan lain, sehingga selalu mengikuti pengajian itu. Dengan demikian, baik orang tua maupun remajanya bisa mengikuti pengajian atau santapan rohani secara rutin, meskipun hanya melalui tayangan televisi. Hal tersebut adalah suatu prestasi tersendiri bagi sebuah televisi, karena secara tidak langsung telah ikut memberi tetesan keimanan. kepada seseorang melalui tayangannya.

Namun disamping masuka-masukan positif yang disuguhkan sebuah televisi, efek-efek negatifpun ada, mengurangi efek-efek positif tadi misalnya tayangan film-film import yang sensual, fulgar dan keras. apalagi yang dianggap sebuah hiburan pada sebuah televisi oleh kaum remaja adalah film-filmnya serta telenovelanya yang kian membanjiri ibu pertiwi ini.

Tayangan-tayangan sinetron import yang tidak layak dilihat oleh warga Indonesia yang masih tetap berkiblat pada adat ketimuran ini jelas membawa dampak negatif didalamnya.

Khusus tentang telenovela itu sendiri sempat terjadi perbincangan umum yakni pro dan kontra, yang kontra atau tidak setuju dengan tayangan sinema-sinema import seperti ; telenovela tentu telah meneliti bahwa sesungguhnya dari segi moral sinetron lokal lebih bermoral, sebab kita sudah tahu sendiri budaya barat persis seperti yang tercermin dalam film-film dan sinema-sinema import, layaknya sebuah telenovela.

Dalam telenovela sendiri sering tergambar tentang kebebasan bergaul antara pria dan wanita, keberanian istri pada suami serta tidak adanya adab seorang anak terhadap orang tua, semua itu sedikit banyak mempengaruhi jalan pikiran remaja yang sedang gandrung-gandrungnya terhadap telenovela. Adapun mengenai film-film import yang sering disebut-sebut dengan sinema unggulan, sinema prima layar unggulan dan layar emas inipun sedikit banyak membawa dampak dari pada film-film yang bermotif kekerasan ini adalah pada kriminalitas remaja, sebab kriminalitas remaja, penodongan, perampokan dan yang sedang marak adalah tawuran antar pelajar, tidak mustahil di ilhami dari film-film import ini. Kedua macam kekerasan dan kriminalitas itu akhir-akhir ini semakin marak di negeri kita. Jadi sudah sepantasnya jika kita mencurigai adanya segi negatif yang teramat sangat dari film-film import yang ditayangkan di stasiun-stasiun televisi swasta kita, baik itu berupa telenovela maupun sinema-sinema lepas.

Karena adanya efek negatif yang sangat membahayakan itu, maka hendaknya kita semua dalam menonton televisi harus pandai-pandai memilih Tayangan Televisi yang tepat dan bermanfaat. Karena yang paling banyak dialami oleh anak yang memasuki masa pubertas ini adalah kecenderungan untuk meniru hal-hal yang negatif, mereka menirunya ini seringkali tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dimana ia tinggal, juga tanpa mempertimbangkan kepribadiannya, sehingga kerap kali tingkah lakunya ini menyimpang dari tatanan masyarakat yang sudah ada. Maka dari itu kita harus benar-benar waspada terhadap sesuatu yang dianggap menghibur, sebab dibalik hiburan itu sendiri terkadang menyimpan suatu mudhorot yang besar dan sangat bertentangan dengan moral dan etika kita sebagai seorang muslim.

1 komentar:

  1. klo skrg,, bkn hnya film import yg tidak mndidik ya,,,

    BalasHapus

POSTING TERBARU