Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Sabtu, 19 April 2008

Penerapan Metode Diskusi

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Masyarakat pada umumnya masih mempunyai persepsi bahwa matematika marupakan mata pelajaran yang membosankan. Tidak heran jika sampai sekarang pendidikan matematika belum dapat dikatakan meningkat mutunya secara signifikan kalau dibandingkan dengan negara — negara lain, termasuk beberapa tetangga seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Hal ini juga disebabkan karena model pembelajaran yang seringkali digunakan adalah model pembelajaran konvensional yang cenderung monoton, dimana seorang guru hanya memberikan uraian teori dan memberikan contoh — contoh soal. Dengan model pembelajaran seperti itu, siswa hanya akan menggunakan otak kirinya untuk bekerja, akibatnya siswa akan merasa bosan dan jenuh, bahkan mungkin stres. Menurut Rustiyah dalam Suryosubroto (1997) pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah terdapat beberapa aspek kcmampuan yag harus dikuasai dan dilakukan oleh guru supaya KBM dapat efektif, yaitu :

a. Membelajarkan siswa secara atif.

b. Mempergunakan banyak metode mengajar (variasi metode).

c. Memberi motivasi belajar siswa yang tepat.

d. Materi yang diajarkan disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan masyarakat.

e. Mempertimbangkan perbedaan individual siswa.

f. Selalu membuat perencanaan sebelum mengajar.

g. Memberikan pengaruh yang sugestif kepada siswa.

h. Memilih keberanian dalam menghadapi siswanya dan masalah-masalah yang timbul sewaktu PBM berlangsung.

i. Mampu menciptakan situasi yang demokratis di sekolah.

j. Sewaktu menyajikan bahan pengajaran, guru memberikan masalah-masalah yang merangsang siswa untuk berfikir.

k. Mengintegrasikan semua pelajaran yang diberikan kepada siswa.

l. Menghubungkan mata pelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

m. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk dapat menyelidiki, mengamati sendiri. belajar sendiri dan mencari pemecahan masalah sendiri.

n. Menyusun perencanaan pengajaran remedial dan diberikan kepada siswa yang memerlukan.

Rustiyah (dalam Suryosubroto, 1997: 1 5).

Tahap awal sehagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika yaitu membuat pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa tidak perlu merasa takut dan bosan untuk mengikuti pelajaran matematika. Dengan berkembangnya dunia pendidikan, maka banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kondisi belajar yang menyenangkan lebih elektif daripada kondisi yang tidak menyenangkan. Kondisi menyenangkan bisa membuat siswa tidak benci pada matematika karena dalam kehidupan sehari - hari manusia senantiasa dihadapkan pada dilematis problematika kehidupan itu sendiri, yang dalam penyelesaiannya menuntut adanya perhitungan yang matang. Matematika merupakan alat berhitung yang digunakan sehari — hari, dari yang sederhana sarnpai yang paling rumit. Sains modern dan teknologi tidak dapat berkembang tanpa bantuan matematika. Matematika juga merupakan bahasa yang taat azas. Berbeda dengan bahasa yamg kita gunakan sehari — hari. bahasa matematika tunggal dan tidak meragukan.

Ada banyak Cara menurut peneliti supaya pelajaran matematika menyenangkan yaitu :

1. Digunakannya metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi.

2. Membuat siswa untuk aktif dalam berfikir dan berbuat sesuatu.

3. Mengkondisikan belajar sambil bermain. di sini siswa bisa berinteraksi dengan teman lainnya. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalahnya (soal) kemudian meminta siswa untuk mengemukakan bagaimana siswa tersebut menyelesaikan masalab yang dihadapi.

4. Tidak memarahi siswa apabila siswa tersebut melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalahnya tetapi membantu siswa mengetahui kesalahannya dan menemukan penyelesaian yang benar.

5. Siswa dilatih untuk terbuka. Dengan sikap terbuka itu guru lebih mudah mngetahui pemahaman siswa terhap pelajaran dan mengetahui apa yang ada dalam pikiran siswa.

Dengan memperhatikan uraian singkat itu di atas, penulis mencoba untuk memberikan altematif model pembelajaran, yaitu metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

Dalam metode ini siswa dilatih untuk bersikap terbuka dan apabila diterapkan bisa menumbuhkan keterlibatan dan keikutsertaan siswa serta membantu siswa untuk mempelajari keterampilan komunikasi dan proses berfikir yang penting.Model pembelajaran diskusi dengan pendekatan kontekstual ini, siswa tidak hanya dituntut untuk menggunakan otak kirinya dalam berhitung atau bermain logika tetapi juga dapat memanfaatkan fungsi otak kanannya untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam menanggapi suatu permasalahan yang nyata

Salah satu materi yang penting dan berhuhungan langsung dengan dunia nyata yaitu materi geometri khususnya pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung. Hal ini sering dirasa sulit oleh siswa karena pada umumnya siswa sulit membayangkan secara visual dan bangunnya bersifat abstrak. Penggunaan diskusi kelas strategi Buzz Group pada pokok bahasan ini dimaksudkan supaya siswa mau berfikir dan berbagi pendapat dengan temannya serta mampu menemukan dan menyelesaikan bagian - bagian dan besaran-besaran pada Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan bantuan LKS yang akan diberikan guru.

Dari uraian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian tentang penerapan metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan kontekstual yaitu metode pembelajaran diskusi kelas strategi Buzz Group. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul "Penerapan Metode Diskusi Kelas Strategi Buzz Group Dengan Pendekatan Kontekstual Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung di kelas VII SLTPN 1 TULANGAN.

B. PERTANYAAN PENELITIAN

1. Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

2. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

3. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

4. Bagaimana hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

2. Untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

3. Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

4. Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontesktual pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Sebagai salah satu alternatif bagi tenaga pendidik supaya lebih mengutamakan pembelajaran yang herpusat pada siswa.

2. Dapat sehagai acuan bagi para peneliti selanjutnya dengan materi penelitian yang sejenis.

E. DEFINISU ASUMSI DAN PEMBATASAN NIASALAH

1. Delinisi

Supaya tidak terjadi salah penalsiran nicitgenai debnisi operasionat istilah dalam penclitian ini, maka peneliti perlu untuk menjelaskan istilah istilah terschut.

a. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang oleh guru untuk melaksanakan kegiatan mengajar dan bagaimana siswa belajar.

b. Diskusi kelas adalah suatu kegiatan yang melibatkan siswa dengan guru atau siswa dengan siswa yang lain untuk membicarakan atau menyelesaikan suatu topik permasalahan tertentu (Soegijo, 2000:15).

c. Buzz Group adalah strategi yang digunakan dalam diskusi di mana dalam suatu kelas dibentuk kelompok-kelompok yang memungkinkan siswa-siswa tersebut untuk saling berinteraksi, berbagi pendapat, tanya jawab, dan melakukan sesuatu bersama (Soegijo, 2000:15).

d. Pendekatan kontekstual adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Depdiknas, 2002:20),

2. Asumsi

Supaya basil penelitian dapat dipertanggujawabkan, maka dalem penelitian ini diasumsikan bahwa :

a. Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh karena yang bertindak sebagai pengajar adalah guru bidang studinya sendiri.

b. Hasil tes yang diperoleh siswa menggambarkan kempuan siswa yang sebenarnya.

c. Tidak ada paksaan dalam pengisian angket.

d. Para pengamat memiliki persepsi dan pandangan yang sama dalam mengamati guru dan siswa selama prose pembelajaran yang berlangsung, karena sebelum melakukan penelitian para pengamat menyamakan persepsi terlebih dahulu.

3. Pembatasan Masalah

Agar tidak terjadi salah persepsi dan karena mengingat keterbatasan yang ada dalam penelitian maka peneliti perlu untuk memberikan batasan pada materi pelajaran yaitu hanya terbatas pada luas dan volume tabung, kerucut, dan bola.

Salah satu mated yang penting dan berhubungan langsung dengan dunia nyata yaitu materi geometri khususnya pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung. Hal ini sering dirasa sulit oleh siswa karena pada umumnya siswa sulit membayangkan secara visual dan bangunnya bersifat abstrak. Penggunaan diskusi kelas strategi Buzz Croup pada pokok bahasan ini dimaksudkan supaya siswa mau berfikir dan herbagi pendapat dengan temannya serta mampu menemukan dan menyelesaikan bagian-bagian dan besaran - besaran pada Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan bantuan yang akan diberikan guru.

Dari uraian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian tentang penerapan-pembelajaran yang mengacu pada pendekatan kontekstual yaitu metode pembelajaran diskusi kelas strategi Buzz Group. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul "Penerapan Metode Diskusi Kelas Strategi Buzz Group Dengan Pendekatan kontekstual Pada Pokok Bahasa Bangun Ruang Sisi Lengkung di Kelas VII SLTPN 1 TULANGAN"

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

2. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

3. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual ?

4. Bagairnana hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung ?

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Bagi Siswa

Untuk mengetahui aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

2. Bagi Guru

a. Untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

b. Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontekstual.

c. Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah ditcrapkannya metode diskusi kelas strategi Buzz Group dengan pendekatan kontesktual pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Lengkung.

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Sebagai salah satu alternatif bagi tenaga pendidik supaya lebih mengutamakan pembelajaran yang bepusat pada siswa.

2. Dapat sebagai acuan bagi para penelitian selanjutnya dengan materi penelitian yang sejenis.

E. DENNISI, ASUMSI DAN PEMBATASAN MASALAH

1. Definisi

Supaya tidak terjadi salah penafsiran mengenai definisi operasional istilah dalam penelitian ini, maka peneliti perlu untuk menjelaskan istilah — istilah tersebut.

a. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang oleh guru untuk melaksanakan kegiatan mengajar dan bagaimana siswa belajar.

b. Diskusi kelas adalah suatu kegiatan yang melibatkan siswa dengan guru atau siswa dengan siswa yang lain untuk membicarakan atau menyelesaikan suatu topik permasalahan tertentu (Soegijo, 2000:15).

c. Buzz. Group adalah strategi yang digunakan dalam diskusi di mana dalam suatu kelas dibentuk kelompok — kelompok yang memungkinkan siswa — siswa tersebut untuk saling berinteraksi, berbagi pendapat, tanya jawab, dan melakukan sesuatu bersama (Soegijo, 2000:15).

d. Pendekatan kontekstual adalah suatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat huhungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Depdiknas, 2002:20).

2. Asumsi

Supaya hasil penelitian dapat dipertanggung jawabkan, maka dalam penelitian diasumsikan bahwa :

a. Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh - sungguh karena yang bertindak sebagai pengajar adalah guru hidang studinya sendiri.

b. Hasil tes yang diperoleh siswa menggambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

c. Tidak ada paksaan dalam pengisian angket.

d. Para pengamat memiliki persepsi dan pandangan yang sama dalam mengamati guru dan siswa selama proses pembelajaran yang berlangsung, karena sebelum melakukan penelitian para pengamat menyamakan persepsi terlebih dahulu.

3. Pembatasan Masalah

Agar tidak terjadi salah persepsi dan karena mengingat keterbatasan yang ada dalam penelitian ini, maka peneliti perlu untuk memberikan batasan pada materi pelajaran yaitu hanya terbatas pada luas dan volume tabung, kerucut, dan bola.

3 komentar:

  1. ass... saya tertarik dengan tulisan proposal anda, tulisan tersebut hampir sama dengan tugas akhir saya, sebagai mahasiswa FKIP Untad. oleh karena itu saya mohon atau berharap saudara mau mengirimkan contoh sebuah rancangan pemebelajaran yang menggunakan strategi buzz group.

    BalasHapus
  2. AWW.... saya sangat butuh dengan tulisan karya ilmiah anda dengan selengkap lengkapnya. saya mohon dengan sangat krimkan no yang bisa saya hubungi. TQ

    BalasHapus
  3. saya butuh hasil penelitian ini. saya butuh bukti atau eferensi tentang efektivitas metode didkudi dalam pembelajaran

    BalasHapus

POSTING TERBARU