Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Sabtu, 20 Maret 2010

Respon Stakeholders

Respon Stakeholders (Masyarakat)
Pembangunan yang dilakukan pemerintah merupakan media perubahan terhadap masyarakat dan lingkungan dengan maksud untuk menjadikan lebih baik dari sebelumnya. Salah satu faktor yang sangat penting untuk menilai apakah program-program pembangunan yang dilaksanakan cukup berhasi atau bahkan gagal, akan ditunjukkan oleh bagaimana tanggapan masyarakat (stakeholders) yang menjadi target atau sasaran dari program-program pembangunan tersebut. Sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana respon masyarakat terhadap program pemerintah konteks pendistribusian raskin di kecamatan Sape, terlebih dahulu harus diuraikan beberapa aspek tentang pengertian, makna dan konsep tentang respon sebagai berikut ini :

Konsep Respon
Konsep respon manusia lebih banyak dikemukakan oleh bidang-bidang ilmu sosial yang melihat respon pada tindakan dan perilaku individu, kelompok, atau masyarakat. Secara keseluruhan, respon individu/kelompok terhadap suatu situasi fisik dan non fisik dapat dilihat dari tiga tingkatan yaitu; persepsi, sikap, dan tindakan. Simon dalam Wijaya (2007), membagi respon seorang atau kelompok terhadap program pembangunan mencakup tiga hal, yaitu:
1. Persepsi berupa tindakan penilaian (dalam benak/otak seseorang)terhadap baik buruknya obyek berdasarkan faktor keuntungan dan kerugian yang akan diterima dari adanya obyek tersebut.
2. Sikap yang berupa ucapan secara lisan atau pendapat untuk menerima atau menolak obyek yang dipersiapkan
3. Tindakan melakukan kegiatan nyata untuk peran serta atau tindakan terhadap suatu kegiatan yang terkait dengan obyek tersebut.

Munculnya ke tiga respon diatas sangat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu; kondisi status sosial ekonomi seseorang, tingkat pengetahuan tentang manfaat dan resiko yang diterima sebagai akibat pelaksanaan program pembangunan, serta ada tidaknya sosialisasi program pembangunan kepada seseorang/sekelompok orang.

Dari uraian tentang konsep respon diatas, maka penelitian ini akan melihat, mengamati, mencari informasi dan mencoba mengungkapkan bagaimana tanggapan atau reaksi masyarakat terhadap program-program pemerintah khususnya pada konteks pendistribusian Beras Miskin kepada masyarakat miskin (Gakin) sepanjang tahun 2007-2008. Respon atau tanggapan masyarakat yang dimaksudkan dalam hal ini adalah antara lain seperti ; kualitas beras, harga beras, mekanisme pendistribusian, mekanisme pengaduan dan tingkat kepuasan terhadap manfaat program.

Konsep Stakeholders
Yang dimaksud dengan stakeholders (masyarakat) dalam penelitian ini adalah suatu individu atau kelompok orang yang berhubungan atau terlibat langsung dengan program-program pembangunan dan pemberdayaan, khususnya yang berkaitan dengan konteks pendistribusian Beras Miskin (Raskin). Sekelompok orang atau individu tersebut lebih lazim eksistensinya dengan istilah stakeholders. Bryson (1988:52) mendefinisikan stakeholders sebagai seseorang, kelompok, atau organisasi yang dapat mengklaim perhatian, sumber daya atau keluaran, atau yang diakibatkan keluaran dari suatu lembaga.

Sementara itu David Olson (2003), memberikan makna tentang stakeholders sebagai orang atau sekelompok orang yang memperoleh dampak dari sebuah kegiatan proyek meskipun mereka tidak terlibat secara langsung dalam proyek tersebut. Orang ataupun kelompok ini dapat mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh objectivitas penerimaan dari perusahaan atau lembaga yang bersangkutan.

Stakeholders sangat penting untuk dipahami, karena kunci keberhasilan dalam suatu organisasi adalah kepuasan stakeholders. Kunci strategi organisasi akan berhasil apabila dapat memuaskan kebutuhan berbagai kelompok (Roering, 1998 dalam Danial, 2000). Dari sekian banyak stakeholders tidak semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama. Hanya pada yang utama saja yang perlu diperhatikan, sehingga pemahaman terhadap stakeholders akan berguna untuk mengetahui secara jelas tentang siapakah stakeholders primer, bagaimana ketertarikan mereka, apa yang mereka dukung, dan strategi apa yang diperlukan untuk menghadapinya (Kaufman dalam Bryson, 2001).

Dengan penjelasan di atas, maka lebih jauh stakeholders dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kategori (Ramirez dalam Buckles, 1999), yakni:
1. Stakeholders primer, merupakan stakeholders yang mempunyai kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program, atau proyek dan dalam konteks penelitian ini adalah masyarakat Miskin (Gakin) sebagai penerima manfaat.
2. Stakeholders sekunder, merupakan stakeholders yang mempunyai kaitan kepentingan secara tidak langsung dengan sesuatu kebijakan, program atau proyek. Mereka harus ditempatkan sebagai pengambil keputusan dalam pengambilan keputusan yang terdiri dari, Tokoh masyarakat dan Tokoh agama.
3. Stakeholders kunci, merupakan stakeholders yang mempunyai wewenang secara legal dalam pengambilan keputusan, dalam hal ini adalah, SubDivre Bulog Kabupaten Bima, pihak DPRD dan juga pemerintah daerah yang meliputi Bupati beserta jajarannya sampai pada tingkat kecamatan dan desa.
Berdasarkan fokus penelitian yang dilakukan, maka stakeholders utamanya adalah masyarakat sasaran program yaitu masyarakat miskin (Gakin) yang terdiri dari Kepala Keluarga, Ibu Rumah Tangga, Pemuda, Wanita dan masyarakat miskin lainnya baik yang sudah lanjut usia maupun yang masih muda yang berkaitan langsung dengan progran pendistribusian Beras Miskin (Raskin).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU