Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Minggu, 31 Januari 2010

KEWAJIBAN MENGAGUNGKAN ALLAH DAN RASUL-NYA

KEWAJIBAN MENGAGUNGKAN ALLAH DAN RASUL-NYA

Allah SWT adalah zat yang menciptakan kita dan yang telah menganugerahkan berbagai macam nikmat kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin.

Semua kita hanya merupakan setetes air mani dalam rahim ibu kita, berkembang menjadi janin, kemudian dilahirkan kea lam dunia ini dengan wujud yang sempurna dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kita menggunakan lisan untuk berbicara, menggunakan mata untuk melihat, menggunakan telinga untuk mendengar dan menggunakan akal untuk membedakan mana yang halal dan haram.

Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman :
“Allah telah mengeluarkan kamu dari kandungan ibumu. Waktu itu kamu belum mengetahhui apa-apa. Tuhan telah melengkapi wujudmu dengan telinga, mata dan akal, agar kita bersyukur (An-Nahl, 78)

Segala bentuk nikmat yang telah diberikan kepada kita, Allah SWT berkuasa menarik kembali diri kita. Jika kita berbuat hal-hal yang mengakibatkan Dia murka pada kita. Oleh sebab itu, kita wajib mengenal Allah SWT dan wajib mempelajari sifat-sifat-Nya. Ketahuilah, kebahagiaan bukanlah merupakan hasil usaha kita sendiri, melainkan semata mata merupakan anugerah oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, dalam rangka mematuhi Allah SWT, janganlah sampai kita dikalahkan oleh hawa nafsu dan kesenangan hidup kita, dan jangan sampai terhalang karena pengaruh orang atasan atau bawahan.

Termasuk kemurahan Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya, ia mengutus beberapa rasul untuk memimpin umat manusia, agar hidup sejahtera, baik di dunia maupun diakhirat. Dan sebagai rasul penutup ialah nabi kita Muhammad saw. Sebagaimana kita wajib taat kepada rasul utusan-Nya. Sesuai dengan firmannya.
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu taat dan patuh kepada Allah dan rasul serta kepada orang yang mempunyai di antara kamu” (An-Nisa, 59)

Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, maka akan dijamin masuk surga. Di dalamnya banyak sungai-sungai mengalir. Dan siapa yang berpaling akan disiksa-Nya dengan siksaan yang amat pedih” (Al-Fath, 17)

Nabi Muhammad saw, tidak pernah berkata yang bukan-bukan. Segala perintah dan larangannya berdasarkan wahyu Ilahi. Maka jika kita mematuhinya, berarti juga mematuhi Allah SWT.
Allah SAW Berfirman :
“Katakanlah, jika kamu memang cinta kepada Allah, patuhilah aku. Niscaya Allah akan mencintaimu dan akan memaafkan dosamu. Dan Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang.” (Al-Imran, 31)

Ketahuilah bahwa seseorang tidaklah akan sempurna imannya, kecuali jika ia mencintai Allah dan rasul-Nya, melebihi cintanya kepada orang tuanya, anaknya dan semua manusia. Sesuai dengan sabdanya :
“Tidaklah sempurna iman salah seorang di antaramu, sehingga ia aku lebih cintai daripada orangtuanya sendiri, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Ahmad, Bukhari, Nasa’I dan Ibnu Majah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU