Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Rabu, 18 Februari 2009

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

HIPEREMESIS GRAVIDARUM
1. Definisi 
 Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang berlebihan pada kehamilan, sering terjadi pada ibu yang hamil pertama kalinya, mengandung lebih dari satu janin, stress psikologis. Gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan kimesies, mual, muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul pada malam hari, gejala ini ± 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung 10 minggu.

2. Etiologi
Penyebab belum diketahui pasti, beberapa faktor predisposisi dan faktor lain diantaranya adalah prigravida, molahidotialosa dan gemeli

3. Gejala dan Tanda
 Rasa mual dan muntah pada kehamilan dini menjadi sering dan parah dari pada biasanya, dan sepertinya bertambah lama. Kadang sampai sembilan bulan. Gejala hiperemesis gravidarum secara klinis dapat dibagi menjadi 3 tingkatan 
1. Tingkat I
 Rontok berlangsung terus
 Nafsu makan tidak ada
 Berat badan menurun dan nyeri epigastrium
 Nadi meningkat sekitar 100x/ menit
 Lidah kering dan tekanan darah naik
 Mata cowong
 
2. Tingkat II
 Penderita tampak lebih lemah dan apalis
 Lidah kering dan kotor, mata cekung
 Nadi kecil, tekanan darah turun
 Berat badan makin turun
 Suhu kadang-kadang naik dan sedikit icterus
 Terjadi gangguan BAB
3. Tingkat III
 Muntah berkurang
 K/u bumil makin menurun : tekanan darah turun, nadi meningkat, suhu naik dehidarsi makin jelas
 Gangguan faal hati, terjadi dengan manifestasi icterus
 Gangguan kesadaran; koma, perubahan arah bola mata

Macam-macam Hiperemesis Gravidarum
Menurut berat ringan gejala hiperemesis gravidarum di bagi menjadi 3 tingkatan yaitu :
a. Hiperemesis gravidarum ringan
Mual, muntah terus menerus menyebabkan penderita lemah, tidak mau makan, berat badan turun dan rasa nyeri di gravidarium.
N : 100x/menit, TD turun, turgor kulit kurang, lidah kering, mata cowong
b. Hiperemesis gravidarum sedang
Mual, muntah yang hebat menyebabkan keadaan umum penderita lebih parah :
Gejalanya : apatis, turgor kulit mulai jelek, lidah kering dan kotor, nadi kecil dan cepat, suhu badan meningkat (dehidrasi), icterus ringan, BB turun, mata cekung, tensi turun, hemo konsentrasi oliguri dan konstipasi. Dapat terjadi juga asetonuria dan daari nafas keluar bau aseton
c. Hiperemesis gravidarum berat
Keadaan umum jelek, kesadaran sangat menurun, somnolen sampai koma, nadi kecil, halus dan cepat, dehidrasi hebat, suhu badan meningkat, tekanan darah turun. Ikterus komplikasi yang berakibat fatal terjadi pada susunan saraf pusat dengan adanya nistagmus diplopin, perubahan mental

4. Fisiologi
 Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi, karena oksidasi lemak yang tidak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunya asam asetik, asam hidroksi, botirik dan aseton dalam darah kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi sehingga cairan ekskoseluler dalam darah berkurang. Namun dan klorida darah turun, demikian pula klorida air kemih. Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang. Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal menambah frekuensi muntah –muntah yang lebih banyak. Di samping itu dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit dapat terjadi robekan pada selaput lender esofagus dan lambung, dengan akibat perdarahan easko intestinal. Pada umunya robekan ini ringan dan perdarahan dapat di hentikan sendiri.
Perasaan mual akibat dari meningkatnya kadar estrogen oleh karna keluhan ini terjadi pada trimester I, pengaruh fisiologik hormone esterogen ini tidak jelas mungkin berasal dan sistem susunan saraf pusat atau akibat kosongnya lambung, hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda bila terjadi terus menerus dapat terjadi dehidrasi. Belum jelas mengapa gejala-gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita, tetapi faktor psikologik merupakan faktor utama disamping pengaruh hormonal, yang jelas wanita yang sebelum hamil sudah menderita lambung spastic dengan gejala tidak suka makan dan mual, maka kan mengalami emesis gravidarum yang lebih berat

 
5. Penatalaksanaan
 Pencegahan hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, keyakinan bahwa mual, muntah, kadang-kadang merupakan gejala fisiologik pada kehamilan muda yang akan hilang pada kehamilan 4 bulan. Menganjurkan mengubah makanan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering, waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biscuit dengan teh hangat. Makan yang berminyak dan berbau menyengat sebaiknya dihindari. Makan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan hangat atau sangat dingin
Konsep pengobatan psikologik
1) Isolasi pengobatan psikologis
Dengan isolasi di ruangan dapat meringankan wanita hamil karena perubahan suasana dari lingkungan rumah tangga. Petugas dapat memberikan informasi, komunikasi, edukasi tentang berbagai masalah berkaitan dengan kehamilan 
2) Pemberian cairan pengganti
Dalam keadaan darurat diberikan cairan pengganti sehingga keadaan dehidrasi dapat diatasi. Cairan pengganti yang dapat diberikan adalah glukosa 5% sampai 10%dengan keuntungan dapat mengganti cairan yang hilang. Dalam cairan ditambahkan vitamin C.B komplek atau kalium yang diperlukan untuk kelancaran metabolisme
3) Terapi psikologik
Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan. Hilangnya rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan sserta menghilangkan masalah dan konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini
4) Obat-obat yang dapat diberikan
a. Sedativa ringan
- Phenobarbital (luminal) 30 mg
- Valium 
b. Anti alergi
- Anti histamine
- Dramamin
- Avomin 
c. Obat anti mual – muntah
- Mediamer B6
- Emetrolen
- Stimetil
- Avopreg
d. Vitamin
- Terutama vitamin B komplek
- Vitamin C
5) Menghentikan kehamilan
Pada berbagai kasus pengobatan tidak berhasil malah terjadi kemandulan dan keadaan semakin memburuk, sehingga diperlukan pertimbangan untuk mengakiri kehamilannya, keadaan yang perlu dipertimbangkan gugur kandungan diantaranya :
a. Gangguan kejiwaan
- Delirium
- Apatis, samnolewn sampai koma
- Terjadi gangguan jiwa ensefalopati wernike
b. Gangguan penglihatan
- Perdarahan retina
- Kemunduran penglihatan
c. Gangguan faal
- Hati dalam bentuk icterus
- Ginjal dalam bentuk anuria
- Jantung dalam pembuluh darah terjadi nadi meningkat
- Tekanan darah menurun

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU