Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Senin, 05 Januari 2009

Kerjasama Orang Tua Dengan Guru

Kerjasama Orang Tua Dengan Guru

1. Pengertian kerjasama orang tua dengan guru

Dalam setiap keluarga atau orang tua berbeda-beda dalam mendidik anaknya. Dan orang tua menginginkan adanya patner untuk membantu mendidik anak-anak mereka yaitu dengan memasukkan anak ke sekolah. Karena baik orang tua maupun guru selalu berharap agar anak atau anak didiknya mampu mencapai prestasi dan tumbuh serta berkembang secara optimal.

Oleh karena itu pendidik adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sekolah hanyalah membantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak adalah dalam keluarga. Sedangkan peralihan bentuk pendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan “kerja sama” antara orangtua dan sekolah (pendidikan).

Sikap anak terhadap sekolah terutama akan dipengaruhi oleh sikap orang tuanya. Begitu juga sangat diperlukan kepercayaan orang tua terhadap sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama diruangan sekolah. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat akhir-akhir ini seringnya terjadi tindakan-tindakan kurang terpuji dilakukan anak didik, sementara orangtua seolah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpakan kesalahan kepada sekolah. Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya. Begitu juga orang tua harus menunjukkan kerjasamanya dalam mengarahkan cara anak belajar dirumah. Orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar. Bahkan berkat kerja sama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan anak didik yang dapat diatasi.

Untuk mewujudkan kerjasama itu tentunya banyak cara yang dilakukan, misalnya : rapat orang tua, kunjungan kerumah oleh guru, konsultasi antar guru dengan orangtua dan sebagainya.

Berdasarkan uraian diatas bahwa dengan adanya kerjasama itu orang tua akan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari guru dalam mendidik anak-anaknya. Karena sekolah atau guru bukan hanya mengajar saja akan tetapi juga berusaha membentuk kepribadian anak menjadi manusia yang berwatak baik.

2. Bentuk-Bentuk Kerjasama Orang Tua Dengan Guru

Untuk mewujudkan kepribadian anak yang islami tentu harus melalui pendidikan. Karena pendidikan itulah satu-satunya sarana yang paling mungkin. Baik orang tua maupun guru keduanya merupakan pendidik pokok. Keduanya menyadari bahwa keduanya mempunyai aspek dan tujuan yang sama yakni mendidik anak-anak. Agar tujuan pendidikan tercapai dengan efektif dan efisien, maka kerjasama antara keduanya mutlak diperlukan. Karena orangtua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik atau mengasuh anak-anaknya agar menjadi dewasa, berkelakuan baik, memahami nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat dan memiliki wawasan yang luas. Disamping itu orangtua, memilki tanggung jawab untuk mendidik anak agar mereka mampu menjalani kehidupan. Sedangkan sekolah memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membimbing anak-anak mereka disekolah, Memberi pengajaran dan pendidikan kepada anak sesuai dengan kurikulum.

Orang tua dan guru TK merupakan orang-orang yang paling penting dalam menunjang perkembangan anak. Oleh karena itu agar peran orang tua dan guru menjadi optimal maka perlu dirancang dan dilaksanakan secara terprogram. Tuntutan pelibatan keluarga pada program sekolah menjadi semakin penting karena keluarga dianggap sebagai agen terpenting yang banyak memahami tentang kondisi anak sehingga orang tua harus menjadi bagian dari program sekolah utama. Dengan penanganan secara bersama antara orangtua dan sekolah harapan perkembangan anak yang lebih baik akan lebih tercapai.

Karena memang pada dasarnya sekolah harus merupakan suatu lembaga yang membantu bagi tercapainya cita-cita anak. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara orang tua dan guru. Di bawah ini beberapa bentuk-bentuk kerjasama yang dilakukan oleh orangtua dengan guru/sekolah.

a. Konferensi orang tua

b. Pertemuan dengan orangtua secara pribadi

c. Kunjungan guru ke rumah orangtua murid, atau sebaliknya kunjungan orangtua murid ke sekolah (home visit)

d. Mengadakan surat menyurat antara sekolah dan keluarga

e. Mengadakan perayaan, pesta sekolah atau pameran-pameran hasil karya murid

f. Mendirikan perkumpulan orang tua dan guru.

Dari beberapa kerjasama diatas dapat disimpulkan bahwasanya bentuk kerjasama antara orang tua dengan guru atau sekolah sangat penting, apalagi jikalau ada perkumpulan orangtua dengan guru, segala usaha yang telah diuraikan tadi dapat terlaksana dengan mudah dan dengan sebaik-baiknya. Kecuali itu sekolah dapat mengadakan pertemuan-pertemuan secara teratur dan kontinyu untuk membicarakan masalah-masalah mendidik anak yang masih banyak kesalahannya yang terdapat pada orangtua dan guru TK. Karena antara keduanya terdapat obyek dan tujuan yang sama, yakni mendidik anak-anak.

Dari bentuk-bentuk kerjasama orangtua dengan guru, maka orangtua dengan guru diharapkan dapat menjalin hubungan atau kerjasama yang baik, agar berhasil membentuk awal kepribadian anak yang berkwalitas islam sesuai dengan harapan kedua belah pihak.

Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud bentuk kerjasama orang tua dengan guru terhadap pembentukan kepribadian anak yang islami adalah pentingnya adanya hubungan yang erat antara orang tua selaku pendidik non formal dan guru selaku pendidik formal. Sehingga keduanya dapat bekerjasama secara harmonis dalam melatih dan membiasakan anak berbuat baik sesuai dengan ajaran islam. Sehingga anak semenjak dini sudah berbuat, berkata, dan bersikap islam,sesuai dengan taraf perkembangannya sebagai bekal kehidupan anak dimasa depan.

Jadi semakin banyak frekwensi pertemuan dan bentuk kerjasama antara orangtua dan guru dilakukan, maka semakin dalam pembentukan kepribadian anak yang islami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU