Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Senin, 13 Oktober 2008

Nilai Kependidikan Khotmul Qur’an

Nilai Kependidikan Khotmul Qur’an

Sebagai rahmat Allah serta pertolongan dan petunjuk-Nya, Dia menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. di samping kepada umatnya yang buta huruf, yang cerdik pandai, hidup dan tumbuh di atas fitrah kemanusiaan, sehat akalnya, terang jiwanya, baik budi pekertinya.

Membaca merupakan perintah Allah ketika Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali surat Al-Alag di gua Hira untuk disampaikan kepada umatnya agar merreka belajar, perintah itu sebagai dasar untuk mengenal simbul-simbul pengetahuan, pemahaman dan bahasa. Sebagaimana AQl-Qur’an telah menegaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 27 :

واتـل ما أوحى إليك من كتاب ربك لآمبـد ل لكلمته ولن تجد من د ونـه ملتحـدا (۲٧)

Artinya :

“Dan bacalah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan (Al-Qur’an). Tidak ada (seorang) pun yang dapat merubah kalimat-kalimatnya. Dan tidak akan dapat menemukan tempat berlindung setelah dari pada Nya”.

Bersyukur atas nikmat Allah yang berupa Al-Qur’an diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. agar dibaca, dipahami, dan diamalkan pada setiap waktu. Dengan membaca Al-Qur’an dari ayat ke ayat, dari juz ke juz lainnya sampai khatam atau disebut khotmul qur’an mempunyai nilai kependidikan yang sangat besar, terutama pada massa kanak-kanak. Jika pada waktu periode anak-anak sudah ditanamkan atau dikenalkan pada masalah-massalah yang berhubungan dengan keagamaan seperti kegiatan-kegiatan agama khotmul qur’an misalnya, akan menjadi indicator keberagaman anak sesuai tingkat perkembangannya.

Dapat juga kegiatan khotmul qur’an ini untuk mengisi kekosongan jiwa anak dan menumbuhkan potensi keberagaman yang fitri. Karena momentumnya sangat tepat, ketika anak tertarik kepada berbagai hal dalam dunianya yang baru, ketika ia haus akan informasi, ketika jiwanya masih suci dan belum dikotori oleh bujuk rayu syetan dasar-dasar elementer Islam, mestilah segera ditanamkan kepadanya. Penanaman atau penyediaan lingkungan islami semacam ini sifatnya alamiah. Sebab jika tidak demikian, si anak akan mencari atau menerima alternatif nilai dan suasana lingkungan yang lain sebagaimana yang diisyaratkan hadits Nabi, bahwa kemungkinan ia akan menjadi penganut Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Ibnu Sina didalam bukunya As Siyasah telah membentangkan pendapat-pendapat berharga dalam pendidikan anak-anak dan beliau menasehatkan supaya pendidikan anak dimulai dalam pelajaran Al-Qur'an.

Membaca Al-Qur'an walaupun tidak sampai khatam, lebih sempurna bila pembacaan Al-Qur'an sampai khatam akan memberikan corak pendidikan dirinya, yaitu Allah akan memberi petunjuk dan rahmat kepadanya atas segala sikap dan perbuatannya serta memberikan corak pendidikan terhadap orang lain. hal ini terbukti pada waktu Al-Qur'an dibaca mereka yang berhati keras dan hatinya beku ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an seketika menjadi lemah, tunduk dan patuh kepada petunjuk Al-Qur'an. kalau dikembalikan pada sejarah, dapat diletahui pula dengan turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. atas perintah Allah untuk merubah dari kultur jahiliyah, yang sudah rusak akhlaknya menjadi suci jiwanya, dan juga mampu menciptakan revolusi rohani dan sosial yang terbesar sepanjang sejarah, tak lain karena mereka banyak membaca Al-Qur'an.

Dengan membaca Al-Qur'an akan mendidik, menambah ilmu dan tawakkal serta penyerahan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan khotmul qur’an ini selain dapat memberikan banyak pendidikan bagi anak-anak dapat pula memberikan nilai kependidikan kegiatan khotmul qur’an ini bagi para remaja, untuk lebih mudahnya dibahas dulu ciri-ciri masa remaja menurut Prof. DR. Zakiyah Daradjat “Pertumbuhan jasmani cepat telah selesai, pertumbuhan kecerdasan hampir selesai, pertumbuhan pribadi belum selesai, pertumbuhan jiwa sosial masih berjalan, keadaan jiwa agama yang belum stabil.

Dilihat dari ciri-ciri remaja salah satunya pertumbuhan pribadi belum selesai. Mereka sedang mengalami ketidakpastian, karena kebutuhan untuk nyata diri semakin meningkat, persaingan dalam mencapai kedudukan diantara teman-teman semakin berat. Pada masa ini kalau persaingan tidak tersalurkan mereka akan menarik perhatian kepada hal-hal yang negatif. Dari sinilah kegiatan khotmul qur’an diharapkan dapat mengubah persaingan yang tidak wajar kepada persaingan yang sehat yang banyak memberikan guna.

Pada masa remaja ini perhatian mereka terhadap masyarakat sangat besar, bahkan mereka kadang-kadang mau berkorban untuk masyarakat. Dengan kegiatan khotmul qur'an akan memberikan jalan untuk dapat aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat terutama yang berhubungan dengan agama.

Dalam kegiatan khotmul qur'an tidak hanya diisi dengan membaca Al-Qur'an saja, akan tetapi juga diisi dengan ceramah agama atau pengajian-pengajian agama yang menerangkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan agama. Sehingga besar sekali nilai pendidikan yang dapat diambil dari kegiatan khotmul qur'an tersebut, terutama dalam jiwa anak-anak.

Dari uraian diatas tentang nilai pendidikan dari kegiatan khotmul qur'an dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Menanamkan sikap demokratis kepada pribadi muslim dalam mengembangkan sikap dan tanggung jawabnya.
  2. Menanamkan kompetisi yang sehat, dalam menggairahkan semangat belajar.
  3. Meningkatkan rasa kekompakan, rasa solidaritas, persatuan, kesetiakawanan dan sifat kerjasama serta kegotongroyongan sesama kelompok muslim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU