Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 24 Juni 2008

Peristiwa Rengasdengklok dan detik detik kemerdekaan

1. Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dibawanya Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta oleh para pemuda ke Rengasdengklok dengan tujuan untuk mengamankan keduanya dari pengaruh Jepang. Latar belakang peristiwa ini adalah perbedaan kelompok tua dan kelompok muda tentang cara pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus. Setelah Ahmad Subarjo menengahi pada malam itu juga para tokoh dari dua kelompok pejuang tersebut kembelai ke Jakarta untuk menentukan langkah selanjutnya.

2. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Perumusan teks proklamasi hingga pukul 03.00. menurut rencana Ir. Soekarno, pembacaan teks proklamasi akan dilaksanakan di lapangan Ikada. Namun kemudian dialihkan di tempat kediaman Ir. Soekarno JL. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Hal ini karena di lapangan Ikada sudah berjumpul pasukan Jepang bersenjata lengkap.

Upacara proklamasi dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa Indonesia dengan pengawalan pemuda. Icapa dimulai pukul 10.00 WIB dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pemberian sambutan oleh dua anggota panitia
  2. Pemberian sambutan oleh Drs. Moh. Hatta
  3. Pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno
  4. Pengibaran bendera merah putih oleh Latih Hendraningrat dan Suhud.

Pada pukul 09.55 Drs. Moh. Hatta tiba, dan langsung masuk rumah untuk menemui Ir. Soekarno. Kedua pemimpin itu kemudian keluar menuju ruang depan. Setelah mengantarkan pidato singkat, maka tepat pukul 10.00 WIB Ir. Sukarno membacakan teks proklamasi dengan didampingi Drs. Moh. Hatta.

Setelah pembacaan naskah proklamasi, acara dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih. Pada saat pengibaran berkumandanglah lagu Indonesia Raya karua WR. Supratman untuk mengiringinya.

3. Pengesahan UUD dan Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden

a) Mengesahkan UUD

UUD yang disahkan merupakan hasil siding BPUPKI tanggal 10 – 16 Juli 1945, yang masih berupa rencana UUD. Rencana UUD tersebut dibahas dalam siding PPKI tanggal 18 Agustus 1945. dalam pembahasan diadakan beberapa perubahan atas usul Bung Hatta, yaitu mengenai sila pertama Pancasila dan Bab III Pasal 6.

Sila pertama pancasila menyatakan bahwa “berdasarkan kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi “Presiden ialah orang Indonesia asli”.

b) Memilih Presiden dan Wakil Presiden

Sewaktu sidang PPKI membahas rencana UUD Bab III Otto Iskandarnita mengusulkan agar siding pemilihan Presiden dan wakil Presiden dilakukan secara aklamasi. Ia mengajukan calon Ir. Soekarno menjadi presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden. Semua anggota menerima secara aklamasi, sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU