Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Sabtu, 07 Juni 2008

Cerpen "Kesedihanku Mawar Putihku"

KESEDIHANKU

MAWAR PUTIHKU

Angin malam berhembus begitu pelan, seakan-akan menghentikan waktu yang sedang berjalan. Hati rindu akan kasih sayang seorang ayah mulai terbangun untuk bangkit. Namaku Riyan, aku adalah seorang anak yang inin sekali merasakan kebahagiaan dipelukan ayah, aku ingin terlepas dari kerinduan dalam kalbu ini dan membiarkan ia terbang sejauh awan. Waktu itu aku dikelas II SD dan aku sudah bisa merasakan betapa sakitnya ditinggal ayah, kemarin ayah terlepas dari indahnya dunia ini dengan kebahagiaan. Entahlah mengapa aku sangat ingin sekali menyusul ayah, tapi itu semua tidak mungkin sekarang dirumah yang sempit ini aku tinggal bersama ibuku tanpa nada dan irama dari ayah.

Beberapa hari kemudian dirumahku ini kedatangan kakakku dari luar kota namanya Dimas dan anaknya Yuna. Walaupun kak Dimas sudah punya anak tapi istrinya sudah gak bersamanya lagi. Terusterang aku sangat senang sekali dengan kedatangan Yuna yang kuanggap sebagai adikku sendiri, malam itu aku ketempat tidur Yuna.

“tok……Yuna buka pintu donk”? suaraku memanggil Yuna

“iya……. Bentar kak ! eh kakak ada apa kakak kemari ?

“mau ngobrol aja ma kamu ? pintaku

Akhirnya sampai tengah malam kita bercanda bersama-sama dan keesokan paginya aku mendengar suara ibu yang memanggilku.

“ya… riyah ! bangun sayang cepat bantu ibu memasak nak ! suara ibu.

“iya…..bu ! jawabku “ aku bangun dan seperti biasa aku memabnatu ibu menyiapkan makanan di dapur dan baru beberapa jam aku melihat Yuna yang sudah berdandan cantik didepan cermin.

“Yun ……udah mau berangkat kesekolah pagi-pagi gini “? Sapaku

“Ah…….ngak aku Cuma siap-siap aja untuk pergi ? jawabnya

“kalau begitu kamu makan dulu ya, biar aku siap-siap dulu !

Sebagais eorang siswi baru yang cantik, Yuna tampak anggun disekolahku dan dia nampak senang sekali dengan sekolah ini, jam sekolah telah usai akhirnya kita pulang bersama dengan naik motor buntut yang aku punya. Sesampainya dirumah aku ingin menceritakan semua kepada ibu. Tetapi baru beberapa langkah memasuki kamar, eh… aku melihat ibu membawa foto ayah sambil menanggis dikamar. Aku tidak kuat dengan keadaan ini karena ayah semua keadaan menjadi seperti ini. Aku berlari memasuki kamar dan guling-guling ku coba menutupi kesedihan hatiku.

“Ya…….Allah mengapa semua ini bisa terjadi, mengapa tidak aku saja yang engkau panggil, mengapa ayah, mengapa harus ayah ya Allah. Begitu berat ujian yang kau berikan padaku ya Allah aku tidak kuat mananggung semua ini.

Tangisku dari ahti, aku termenung diantara selimut merah kamarku sampai akhirnya mataku tertutup dan bermimpi indah tentang ayahku. Tetapi setelah mimpi indah tentang ayah tiba-tiba ayah…ayah… diam dan berkata”

“Anakku jalani ujianmu dengan hati terbuka, karena suatu saat nanti semua penderitaan yang ada saat ini, esok dam lusa akan terbayar dengan mawar putih” Amanatnya. Kemudian aku terbangun dari tidurku dan kau melangkah keluar untuk mengambil minum didapur. Tapi setelah selesai minum aku melihat kamar Yuna terbuka dam aku melihat HP Yuna tergeletak diatas meja tamu. Aku mengambil HP Yuna untuk ku simpan supaya tidak hilang, tetapi tiba-tiba aku inin membaca SMS nya yuna sambil menuju kamar aku tertawa sendiri karena ternyata Yuna ini punya banyak pacar.

Keesokan harinya terdengar Yuna teriak-teriak “tante….tante ! tau HP ku ngak ? “teriaknya” Ada apa Yun….kok teriak panggil ibu !” tanyaku

“tau Hp ku tidak kak ?

“HP….ini milikmu kan ? makanya kalau taruh HP itu yang benar donk, supaya tidak ada orang yang tahu rahasiamu ?

“jadi kakak tahu semuanya”? Yuna panik

“Ya iya la… masa` ya iya donk, setelah kami tertawa terbahak-bahak, nampaknya terdengar bunyi ketokan dari luar. Aku dan Yuna balapan untuk membuka pintu dan akhirnya aku mengalah.

Pintu dibuka pelan-pelan oleh Yuna dan ternyata itu adalah Nafsin teman sekolahku.

“Hallo ……. Kok bengong sih” sapa Nafsin

“Wow….. tampan sekali” up`s corry cari sapa kak ?

“Aku mau cari………

“(menyela) pasti cari aku kan ! mari silakan masuk ! ajak Yuna, aku muncul dari belakang rumah dan nampaknya nafsin ingin bertemu denganku, tapi niatnya itu ditahan oleh Yuna. Awalnya aku menganggap biasa dengan hal itu dan aku mencoba tidak menganggu mereka, tapi setelah Nafsin pulang tiba-tiba Yuna berlari kekamarku untuk memintaku agar aku bisa memberi tahu Nafsin bahwa Yuna suka padanya. Yuna terus memintaku dan akhirnya aku tidak tega melihatnya, kemudian aku setuju dengan Yuna tanpa ku fikir lebih panjang lagi.

Waktu malam telah datang, rembulan mencoba menerobos celah dinding kamarku dan gemerik dedauanan tampak mengiringi tidurku, tapi mengapa mimpi tak mau menemaniku. Aku buka selimutku dan langkah menuntunku n`tuk membuka jendela kamarku. Sambil menatap indahnya rembulan aku terus dan terus berfikir tentang keputusan yang ku ambil bersama Yuna, sebenarnya perasaanku sangat sedih, karena sejak awal aku sekolah di SMA ini aku sudah tertarik pada Nafsin, hanya saja aku tidak berani n`tuk mengungkapkan karena aku takut dia tidak punya perasaan yang sama denganku. Tanpa sadar air mataku jatuh diatas pipi lesungku, aku berusaha tegar walaupun sebenarnya hatiku sangat terluka. Api setelah itu aku gelar kembali selimut dan kurapatkan mataku.

Seperi biasanya aku dan Yuna pergi school, saat memasuki kelas kulihat Nafsin sedang duduk ditempatnya, dia bertanya kepadaku mengapa kemarin kau tidak menemuinya. Hati ini rasanya ingin sekali menjawab tapi apa boleh buat aku harus pura-pura bungkam dan menunduk. Nafsin sepertinya curiga padaku karena tekseperti biasanya aku bersikap seperti ini pada Nafsin. Bel istirahat berbunyi dan aku melangkahkan kakiku keluar kelas, tapi tampaknya Nafsin mengejarku dan akhirnya menghentikan langkahku.

“Kamu kenapa Riyah? Mengapa kamu tak respon sama sekali padaku” tanya Nafsin.

“Aku nggak apa-apa kok ! aku mencoba pergi.

Riyah …… riyah …… ? memanggilku yang telah pergi. Aku berlari menuju kamarmandi dan menumpahkan semua air mataku diruang pribadi itu. Aku bingung, aku harus mengatakan pada Nafsin bahwa yuna sayang padanya, tapi aku sulit mengatakan itu semua karena aku juga sangat sayang padanya.

Saat jam pulang tiba, Yuna terus menanyakan tentang janjiku dan aku berusaha mangalihkan pembicaraan, karen Yuna terus mendesak aku akhirnya aku mengatakan bahwa aku belum bisa mengatakan Cinta Yuna pada Nafsin.

“No problem, aku punya ide kok “ saut Yuna

“Ide apa Yun” tanyaku

“Bagaimana jika kakak sekarang telfon Nafsin dan katakan kakak akan ketemuan ditaman depan rumahnya’ ok kak !” (Riyah terdiam)

saat itu juga aku menghubungi Nafsin dan memintanya untuk menunggu aku didepan rumahnya. Waktu pertemuan tiba dan aku menghampiri Nafsin dahulu.

“Hai…..Riyah ……!” sapa Nafsin

“hai Naf apa kabar ? tanyaku

“Baik, Riyan selama ini kamukema aja sih, aku kangen suaramu tau ga ?

“Aku …… Naf sebenarnya yang ingin bertemu kamu disini itu bukan aku tetapi Yuna

Kemudian Yuna muncul dari arah semak-semak itu.

“Dia datang kesini karena dia ingin menyampaikan bahwa dia cinta ama kamu” jelasku. Seketika itu aku pergi dan membiarkan mereka berbicara, aku berusaha tegar menghadapi kenyataan ini dengan kekuatan hati.

Aku memasuki rumah dengan jerit tangis yang kubawa kedalam kamar tanpa memikiran apa yang terjadi dengan Yuna dan nafsin.

“Riyah anakku ada apa denganmu nak ? tanya ibuku

“Riyah nggak apa-apa kok bu ? jawabku

“Sudahlah Riyah katakan pada ibu, apa masalhmu ?

“Bu mengapa hidupku ini tidak pernah merasa bahagia padahal aku ingin merasakan kebahagiaan walaupun sesaat ?

“maksudmu apa Nak ?

“Mengapa semua orang ku sayangi selalu terlepas dari tanganku dan tak bisa abadi diatiku

ibu ikut merasakan apa yang ku rasakan saat ini dia berusaha menghibur aku, asmpai akhirnya aku bisa tersenyum indah, malam begitu cepat berlalu, pagi-pagi sekali aku pergi kesekolah tanpa Yuna karena aku ada piket kelas. Langkah menuntun aku memasuki kelas, tapi ko perasaanku hari ini tidak seperti biasanya. Baru beberapa menit aku menyapu kelas Nafsin tiba-tiba datang dan mengunci pintu kelas dari dalam, aku kaget karena dikelas itu hanya ada aku dan Nafsin.

“Apa yang kamu lakukan Nafsin ?” aku panik

“Sekarang kau tanya aku ! apakah yang kau lakukan kemarin itu benar ?” gertak Nafsin

“maksudmu apa ? aku tidak ngerti !

“Sebenarnya kau telah memberikan dan sekaligus menerbangkan perasaanmu sendiri ketempat yang tidak ingin kau datangi Riyah aku tahu semua yang terjadi Riyah ?

“Kau tau apa ?

“Kau mengikat janji dengan Yuna kan ! kemarin ibumu menelpon aku dan menceritakan semua yang terjadi padaku. Dan sekarang aku baru sadar bahwa aku juga sayang kamu Riyan” jelasnya.

Hatiku luluh, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, sampai akhirnya kepalaku pusing dan aku jatuh pingsan. Wakti itu keadaan masih sepi sehingga hanya Nafsin yang mau mengantarkanku pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah ibuku panik dengan keadaanku dan Nafsin menceritakan semua yang terjadi padaku. Yuna adikku kelihatan cemburu sekali padaku dehingga dia mengadu pada ayahnya kak Dimas bahwa aku berusaha merebut Nafsin.

Seketika itu Dimas menghampiri aku yang dalam keadaan lemas.

“Riyan jika kau memang sayang pada adikmu, Yuna, tolong tinggalkan Nafsin.” Gertak kak Dimas.

“Tapi yang kak Dimas katakan itu salah, aku tak pernah menganggu Nafsin apalagi sampai merebutnya ? jelasku

untung saja dengan kedatangan ibu, aku bisa sedikit lega karena sikap dari kak Dimas yang kupandang egois itu. Esoknya Nafsin datang kerumah dengan membawa beberapa ikat mawar merah, tapi saaat ketemu dengan Yuna, bungga itu dirampasnya dan dibyang di tong sampah dirumahnya. Aku menyaksikan semua itu dan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Yuna kau benar-benar ?” kata Nafsin

“Emang kenapa, kamu marah, Eh Nafsin yang pantas jadi pacarmu itu ada dihadapanmu saat ini bukan Riyan yang bloon dan tolol itu.

“(Menampar Yuna) tutup mulutmu wanita tak tahu terima kasih kakakmu itu sangat sayang kepadamu dan dia rela melakukan apapun yang kau minta untuk kebahagiaanmu, tapi apa balasmu ?” Nafsin marah.

Aku menangis berlari kekamar dan merenungkan ternyata selama ini Yuna hanya berpura-pura bai padaku. Dan sekarang aku sudah tahu apa yang sebenarnya dirasakan Yuna.

Pagi ahrainya kak Dimas selalu mengikuti jejak langkahku semapai di sekolah. Dia takut jika aku berhubungan dengan Nafsin. Aku merasa seperti dipenjara karena tidak bebas berbuat apa-apa sesampainya dikelas tampak Nafsin dan beberapa temanku memberikan surprice party padaku. Awalnya aku tidak mengerti apa ini ? untung aku ingat bahwa hari ini tepat 1 April hari ULTAH ku aku merasa sangat senang sekali karena ternyata teman-temanku masih perhatian padaku dan Nafsin menghampiriku “happu Birhday Riyan”? nafsin memberikan selamat untukku saat aku mau bersalaman Yuna datang dan menyeretku keluar kelas dan membawa aku kekamar mandi.

“kak ……… kakak memang tidak sayang ama aku !” Yuna berkata

“tapi…aku….aku” gugup aku

Akhirnya Nafsin menghampiri kami berdua dan berkata pada Yuna

“Cukup ! Yuna kamu masih saja bersikap demikian baik supaya kau Yuna tak salah faham lagi akan kuucapkan apa yang ada dihatiku.

“Pasti kau akan bilang kalau kau cinta aku “Yuna menyela

“Ya aku sedang jatuh cinta, tapi bukan sama kamu, tapi aku jatuh cinta sama Riyah.

“Apa kak Riyah, Aku benci kau Nafsin ! kak ayo ikut aku, aku diseret ke rumah oleh Yuna untuk diadukan ke kak Dimas, Yuna beracting menangis dihadapan kak Dimas dan kak Dimas pun marah kepadaku dengan nada suara yang keras dan kasar. Tak kami sadari bahwa ternyata ibuku mendengar apa yang kita bicarakan, setelah itu ibu marah kepada kak Dimas dan Yuna, sampai akhirnya ibu berani mengusir mereka dari rumah ini ibu merelakan mereka untuk pergi .

Setelah mereka selesai membereskan barang-barangnya hari sudah gelap. Aku meminta untuk mengurungkan niat ibu, tapi ibu masih berhati keras untuk melakukan ini, ketika kami berkumpul untuk memberi ijin pada Dimas dan Yuna nampak Nafsin berdiri didepan pintu. Yuna memintak maaf atas kelakuannya saat ini baik pada Nafsin atau Riyah. Akhirnya Yuna dan Dimas melangkahkan kaki keluar dari pagar rumahku, setelah itu Nafsin memberikan seikat mawar putih yang bersih dan wangi untukku dan meminta aku untuk menjadi seseorang yang abadi dihati Nafsin akhirny. Akhirnya bunga itu aku terima dan kita saling berjabat tangan untuk menjalin kebahagiaan.

Dari sinilah aku percaya bahwa semua kesedihan yang aku rasakan akan terbayar dengan seikat mawar putih yang selalu bersinar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU