Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Kamis, 03 September 2015

Nenek Penjual Sayur pasar Jojoran

seorang nenek hidup seorang diri dengan berjualan sayur mayur dan bumbu dapur lainnya seperti cabe, tomat, bawang putih / merah serta buah beberapa buah kadang bengkeong timun dan lainnya. di usianya yang sudah senja nenek ini begitu kuat dan semangat dalam mengisi sisa hidup beliau dengan berjualan sayur mayur di sekitar pasar jojoran. beliau berjualan di depan sebuah kios jamu yang hanya buka sore sampai malam otomatis pagi hari halaman kios jamu tradisional tutup dan digunakan nenek penjual sayur ini. orang orang di sekitar atau pembelinya rata rata memanggil beliau dengan sebutan emak. rutinitas emak dimulai sejak pukul 2.30 Dini hari kulakan sayur mayur dan keperluab dapur lainnya di pasar keputran, setelah kulakan / membeli di pusat grosir / pasar keputran si emak akan pulang dengan naik becak pancal kadang juga naik becak motor, sampai rumah / halaman kios jamu dan menaruh atau menggelar dagangannya kira kira pukul 4.15 subuh. beliau menata dan merapikan dagangan dengan santai tidak terlihat rasa lelah. emak orangnya ceplas ceplos dan apa adanya kalau berbicara dengan orang lain atau dengan sesama penjual di sekitar pasar jojoran. ada yang unik dari si emak dalam menjual dagangannya, beliau selalu menjual dengan harga lebih rendah dibanding pedagang lain serta sering menambah nambahi / memberi pembeli dengan yang lain secara gratis seperti tomat, cabe atau sayur, bilamana ditolak si emak akan marah dengan logat bahasa nya yang ceplas ceplos, seorang pembeli bertanya 'emak mboten rugi ta kok dagangane di suka aken gratis' sang emak pun menjawab 'daripada besok mambu / busuk mending ta keno awak mu nduk, barek an wes awan sing tuku g sepiro akeh'. inilah yang membedakan si emak dengan pedagang lainnya, walaupun untung jualan sayur mayur nggak seberapa tapi masih bisa berbagi kepada pelanggan. kadangkala pembeli merasa kasian terpaksa mengganti pemberian si emak dengan uang atau dibeli tapi si emak ini tidak mau bahkan akan marah. setiap jam 9 an pagi si emak sudah mulai beres beres merapikan dan membersihkan kotoran sisa sisa sayur mayur yang rontok, mengangkat sedikit demi sedikit untuk di bawa ke rumah kos yang letaknya tepat berada di belakang kios jamu tersebut. walaupun hidup sebatang kara beliau masih memiliki semangat dalam mengais rejeki dengan cara berjualan. tidak meminta minta belas kasian pada orang lain malah suka memberi dengan cara menambahkan atau memberi lebih pada seorang pembeli. salut saya dengan perjuangan beliau menjalani hidup di kota surabaya yang padat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU