Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Minggu, 22 Maret 2009

BRONKITIS

BRONKITIS


Pengertian
Bronkitis adalah : Proses radang akut yang pada umumnya disebabkan oleh virus mycoplasma dan chlamydia.
Bronkitis adalah : Gangguan inflamasi kronik jalan nafas yang melibatkan berbagai sel inflamasi, obstruksi jalan nafas umumnya bersifat reversbel, namun dapat menjadi reversibel bahkan relaktif non reversibel tergantung berat dan lamanya penyakit.
Etiologi
Bronkitis kronik ditandai dengan batuk-batuk hampir setiap hari yang disertai dengan mengeluarkan dahak, sekurang-kurangnya 3 bulan berturut-turut dalam satu tahun, dan paling sedikit selama 2 tahun pada bronkitis kronik maupun emfisema suatu perubahan anatomis paru-paru yang ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara sebelah distal bronkus lerminal, disertai kerusakan dinding alveolus, terjadi penyempitan saluran nafas. Penyempitan ini dapat mengakibatkan obstruksi jalan nafas dan menimbulkan sesak.
Pada bronkitis kronik saluran pernafasan kecil yang berdiameter kurang dari 2 mm menjadi lebih sempit, berkelok-kelok dan beroblilerasi.
Saluran nafas besar juga menyempit karena hipertrofi dan hiperplasi kelenjar mukus. Pada emfisema paru penyempitan saluran nafas disebabkan oleh berkurangnya elastisitas paru-paru.
Faktor-faktor Yang Menyebabkan
c. Kebiasaan merokok
d. Polusi udara
e. Paparan debu, asap dan gas-gas kimiawi akibat kerja
f. Riwayat infeksi saluran nafas.
g. Bersifat genetik yaitu defisiens d-1 antitripsin
Gejala dan Tanda
a. Batuk-batuk
b. Dahak jernih
c. Sakit tenggorok
d. Nyeri dada
e. Demam tidak terlalu tinggi
f. Sputum pulih atau mukoid, jika ada infeksi menjadi purulen atau mukopurellen.
g. Sesak sampai menggunakan otot-otot pernafasan tambahan untuk bernafas.
Komplikasi
Infeksi yang berulang-pneumo toraks spontan, eristosis karena keadaan hipoksi kronik, gagal nafas dan kos pulmonal.
Diagnosis
h. Anamnesis : Riwayat penyakit yang ditandai 3 gejala klinis di atas dan faktor-faktor penyebab
i. Pemeriksaan fisik :
pasien biasanya tampak kurus dengan barrel-shaped chest (diameter anteroposterior dada meningkat)
kremitus taktil dada berkurang atau tidak ada
perkusi dada hipersonor, peranjakan hak mengecil, batas paru hati lebih rendah, pekak jantung berkurang.
Suara nafas berkurang dengan ekspirasi memanjang.
j. Pemeriksaan radiologi
Foto toraks pada bronkitis kronik memperlihatkan tubular shadow berupa bayangan garis-garis yang parelel keluar dari hilus menuju apeks paru dan corakan paru yang bertambah.
Pada emfisema paru, foto toraks menunjukkan adanya overinflasi dengan gambaran diafragme yang rendah dan datar, penciutan pembuluh darah bulmoral dan penambahan corakan ke distal.

k. Pemeriksaan fungsi paru
l. Pemeriksaan gas darah
m. Pemeriksaan EKG
n. Pemeriksaan laboratorium darah : hitung sel darah putih.
Penatalaksanaan
Pencegahan : mencegah kebiasaan merokok, infeksi dan polusi udara.
Terapi eksaserbasi akut dilakukan dengan :
o. Antibiotik, karena eksaserbasi akut biasanya disertai infeksi
 Infeksi ini umumnya disebabkan oleh influenza dan pneumonia, maka digunakan ampicillin 4 x 0,2 - 0,3 g/ hari atau eritromisin 4 x 0,5 g/ hari.
 Augmenlin (amoksisilinl dan asam klavolanat) dapat diberikan jika kuman penyebab infeksinya adalah : H. Influenza dan B. Catarhalis yang memproduksi B-laktamase.
Pemberian antibiotik seperti kokimoksosal, atau doksisilin pada pasien yang mengalami eksaserbasi akut terbukti mempercepat penyembuhan dan membantu mempercepat kenaikan peak flow rata namun hanya dalam 7-10 hari selama periode eksaserbasi. Bila terdapat infeksi sekunder atau tanda-tanda pneumonia, maka dianjurkan antibiotik yang lebih kuat.
p. Terapi oksigen diberikan jika terdapat kegagalan pernafasan karena hiperkapnia dan berkurangnya sensivitas terhadap CO2­
q. Fisioterapi membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik.
r. Bronkodilator, untuk mengatasi obstruksi jalan nafas, termasuk di dalamnya golongan adrenergik b dan antikolinergik. Pada pasien dapat diberikan salbutamol 5 mg dan iptakopium bromida 250 mg diberikan tiap 6 jam dengan nebulizer atau aminofilin 0,2 - 0,15 giu secara perlahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU