Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 17 Juni 2008

Sejarah Ilmu Kalam dan Pemahaman Qada Qadar

Sejarah Ilmu Kalam dan Pemahaman Qada dan Qadar

Rasulullah SAW. diutus oleh Allah SWT. untuk menyampaikan Islam kepada seluruh ummat manusia agar dijadikan sebagai aqidah dan pedoman hidup mereka dan memusnahkan aqidah dan pedoman hidup mereka sebelumnya yang penuh khayal dan khurafat, mereka diajak untuk berfikir dan merenungi realitas kehidupan, manusia dan alam semesta serta mengkaitkan ketiganya dengan Allah al Khalik al Mudabbir Sang Pencipta dan Sane Pengatur. Merekapun mengambil Islam sebagai aqidah yang mampu memecahkan permasalahan utama (al-uqdatul kubra) mereka sebagai manusia, yang diatasnya dibangun pandangan hidup, juga mengambilnya sebagai peraturan yang terpancar dari aqidah Islam.

Dengan izin Allah, agama yang dibawa oleh rasulullah pun diemban oleh banyak manusia sebagai qaidah .fikriyah dan oleh Daulah Islamiyah sebagai qiyadah fikriyah. Sesuai dengan fitrahnya sebagai agama yang benar, tentunya agama ini terus bergerak dan diemban oleh daulah dan kaum muslimin untuk di da'wahkan kepada umat dan bangsa lain yang belum menemukan cahaya kebenaran Islam serta yang masih bergelut dengan khayalan dan khurafat dari pedoman hidup mereka terdahulu. Sunnah ini terus dilanjutkan para khalifah sesudah rasulullah wafat.

Kaum muslimin yang melakukan ekspansi da'wah dan futuhat di negeri-negeri yang belum menerima cahaya Islam, menemukan pemikiran asing yang diemban oleh orang-orang yang berada di negeri tersebut, yang hal itu sangat bertolak belakang dengan pemikiran Islam, hal ini terjadi pada awal abad kedua hijriyah. Negeri-negeri tersebut adalah India, Persia dan Yunani. Kaum muslimin kemudian berupaya untuk memahami konsep pemikiran mereka yang berbeda tersebut dengan maksud untuk menielaskan kesalahan pemikiran mereka dan kemudian mengaiak mereka untuk masuk ke dalam agama yang mulia ini. Pemikiran mereka yang asing inilah yang disebut dengan vane kemudian dipelajari oleh ulama Islam dengan maksud membekali diri dengan ilmu tersebut untuk membantah dengan ilmu tersebut. Ilmu ini disebut dengan ilmu kalam, dan ulama yang mempelajarinya disebut dengan ulama mutakalimin.

Hal yang paling berperan dalam pemunculan ilmu kalam adalah interaksi kaum muslimin dengan filsafat Yunani baik melalui penterjemahan buku-buku filsafat Yunani maupun karena interaksi mereka dengan kaum Nasrani dan Yahudi, pemikiran filsafat ini diadopsi oleh kaum Nasrani (Nasrani sekte Nestorian atau Nasathirahj2i dari Syiria, Nasrani sekte MulkeanI31 yang tersebar di Afrika, Andalusia, dan sebagian besar wilayah Syam dan Nasrani sekte Jacobit dari Mesir) dan Yahudi. Filsafat Yunani yang diadopsi oleh kaum Nasrani dibangun untuk menguatkan aqidah trinitas mereka, yang hal itu memang sama sekali tidak memiliki kesesuaian dengan fakta yang ada. Berbeda dengan filsafat yang dianut oleh bangsa Persia dan India, dimana filsafat yang mereka bangun tersebut inheren dengan konsep agama yang mereka anut saat itu. Kaum Nasrani mengenal filsafat Yunani telah lebih dahulu ketimbang kaum muslimin yang kemudian digunakan untuk membangun konsep aqidah trinitas (tatslith) mereka)

Konsep ini yang kemudian mereka gunakan untuk untuk berdebat dengan kaum muslimin. Sebagian kaum muslimin dengan tiara ulamanya merespon kondisi ini dengan mempelajari dan menjadikannya sebagai bahan diskusi dan perdebatan dalam rangka membantah kaum Nasrani dan Yahudi, membela Islam dan menerangkan pemikiran­pemikiran al-Qurani41. Kaum muslimin mengambil konsep filsafat Yunani sebagai pokok bahasan terutama dalam konsep ketuhanan (sifat-sifat Allah) dan mantiq (logika).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU