Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Rabu, 11 Juni 2008

Hierarki Perkotaan

Hierarki Perkotaan

Robinson Tarigan (2004) menyatakan tempat-tempat konsentrasi yang umumnya berupa daerah perkotaan tersebar di suatu wilayah/negara dengan penduduk (besarnya kota) yang tidak sama. Setiap kota memiliki daerah belakang atau wilayah pengaruhnya. Makin besar suatu kota makin beragam fasilitas yang disediakan sehingga makin luas wilayah pengaruhnya. Suatu kota yang besar selain memiliki daerah belakang berupa daerah pertanian juga memiliki beberapa kota kecil. Apabila kota kecil banyak tergantung dari kota besar maka kota kecil termasuk di dalam daerah pengaruh dari kota yang lebih besar. Misalnya kota kecil membeli berbagai keperluan dan menjual berbagai hasil produksinya ke kota besar. Demikian juga banyak penduduk dari kota kecil yang pergi bekerja, mencari tempat pendidikan, dan berbagai urusan lainya ke kota besar. Dengan demikian akan lebih mudah dibedakan kota mana yang lebih tergantung terhadap kota lainnya sehingga mudah menetapkan perbedaan rangkingnya. Biasanya kota yang paling besar wilayah pengaruhnya, diberikan rangking satu atau kota orde kesatu, yang lebih kecil berikutnya diberi rangking dua dan seterusnya.

Konsep Scalogram

Menurut Blakely (1994), pada dasarnya scalogram membahas mengenai fasilitas perkotaan yang dimiliki suatu daerah sebagai indikator difungsikannya daerah tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan. Dengan demikian analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi peranan suatu kabupaten/kecamatan berdasarkan pada kemampuan masing-masing kabupaten/kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Asumsinya jika suatu kabupaten/kecamatan mempunyai berbagai fasiltas yang relatif lengkap di bandingkan dengan kabupaten/kecamatan lainnya, maka kabupaten/kecamatan tersebut mampu berperan sebagai suatu pusat pertumbuhan pada kawasan tersebut.

Konsep (AHP) Analisis Hierarki Proses

Menurut Thomas L. Saaty (1991), terdapat tiga prinsip dasar Analisis Hierarki Proses yaitu :

a. Menggambarkan dan menguraikan secara hierarkis yang disebut menyusun secara hierarkis, yaitu ; memecah-mecah persoalan menjadi unsur-unsur yang terpisah-pisah.

b. Pembedaan prioritas dan sintesis, yang disebut sebagai penetapan prioritas, yaitu ; menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya.

c. Konsistensi Logis, yaitu ; menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingkatkan secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis.

d. Nilai rasio konsistensi harus 10 persen atau kurang dan jika lebih dari 10 persen maka pertimbangan itu harus di acak atau diperbaiki agar tingkat konsistensinya bagus

Dari prinsip dasar di atas bahwa Analisis Hierarki Proses adalah suatu model yang luwes yang memungkinkan kita mengambil keputusan dengan mengkombinasikan pertimbangan dan nilai-nilai pribadi secara logis. Selain itu dalam penggolongan hierarki terdapat dua macam hierarki yaitu :

a. Hierarki Struktural, dimana pada hierarki ini sistem yang kompleks disusun ke dalam komponen-komponen pokoknya dalam urutan menurun menurut sifat struktural mereka; misalnya : ukuran, bangun warna atau umur.

b. Hierarki Fungsional, yaitu suatu hierarki yang menguraikan sistem yang kompleks menjadi elemen-elemen pokoknya menurut hubungan esensial mereka ; misalnya : kelompok pihak berkepentingan yang utama, dan kelompok sasaran pihak yang berkepentingan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU