Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Minggu, 22 Juni 2008

Dampak Kabut Terhadap Kehidupan Manusia

Dampak Kabut Terhadap Kehidupan Manusia

Sebelum kami membahas dampak kabut terhadap kehidupan manusia, kami akan membahas tentang beberapa manfaat macam-macam kandungan gas penyusun udara, yaitu:

Ø Oksigen (O2)

Oksigen atau O2 adalah udara yang diperlukan makhluk hidup untuk bernapas. Selain itu, Oksigen (O2) juga digunakan dalam produksi baja dan untuk pengelasan.

Ø Nitrogen (N2)

Nitrogen (N2) dipakai untuk membuat ammonia yang pada gilirannya menjadi bahan baku pembuatan pewarna, pupuk, bahan peledak, obat – obatan, dan plastik.

Ø Karbondioksida (CO2)

Selain Oksigen (O2) yang berperan dalam proses pernapasan manusia, karbondioksida (CO2) juga berperan dalam proses pernapasan manusia. Selain itu, karbondioksida menyebabkan buah dalam minuman yang menguap atau bersuara mendesis ketika kemasannya dibuka.

Ø Argon (Ar)

Argon dipakai untuk mengisi bola lampu.

Semua gas yang kami sebutkan di atas tersebut, adalah gas yang diperoleh dari udara melalui proses distilasi fraksional.

Selain kandungan gas penyusun udara dapat bermanfaat bagi kehidupan, adapula kandungan gas penyusun udara yang merugikan manusia, yaitu :

Ø Karbon Monoksida (CO)

Gas ini sangat berbahaya, tidak berwarna dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan

membentuk CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. CO berbahaya karena

bereaksi dengan hemoglobin darah membentuk Carboxy hemoglobin (CO-Hb).

Akibatnya fungsi Hb membawa oksigen ke sel- sel tubuh terhalangi, sehingga gejala keracunan, sesak nafas dan penderita pucat.

Reaksi CO dapat menggantikan O2 dalam hemoglobin dengan reaksi :

O2Hb + CO D OBb + O2

Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem control syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat

menyebabkan kematian. Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan.

CO dapat dioksidasi menjadi CO2 dalam atmosfer adalah HO dan HO2 radikal, atau oksigen dan ozon.. Mikroorganisme tanah merupakan bahan yang dapat

menghilangkan CO dari atmosfer.

Dari penelitian diketahui bahwa udara yang mengandung CO sebesar 120 ppm dapat dihilangkan selama 3 jam dengan cara mengontakkan dengan 2,8 kg tanah (Human,1971), dengan demikian mikroorganisme dapat pula menghilangkan senyawa CO dari lingkungan, sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur penicillium dan Aspergillus.

Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Kabut tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan manusia, sebab kabut hanya berupa tetesan-tetesan air yang dapat menguap jika suhu naik. Kabut ini tidak berbahaya bagi pernafasan, tenggorokan, ataupun mata kita. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung zat-zat kimia seperti karbon monoksida, belerang monoksida, nitrogen dioksida, senyawa-senyawa hidrokarbon, partikulat dan debu, yang diubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari yang dapat menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Jika pencemar-pencemar tadi bersama-sama berada dalam udara, maka bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan pengoksan akan berlipat ganda.

Pencemar-pencemar ini, yang bersama-sama berada di udara, dapat saling bereaksi dan menghasilkan senyawa-senyawa baru yang mungkin lebih reaktif dan lebih berbahaya. Troposfir dapat bertindak sebagai suatu kancah reaksi yang sangat besar bagi pencemar-pencemar tadi dan energi yang diperlukan untuk menghasilkan reaksi-reaksi ini diperoleh dari sinar matahari. Reaksi-reaksi ini menghasilkan suatu campuran yang sangat rumit, yang terdiri atas berbagai gas dan partikulat. Campuran ini dalam udara dapat bercampur dengan kabut, dan dalam bahasa inggris disebut “smog”. Kata smog ini berasal dari gabungan kata “smoke” yang berarti asap dan kata “fog” yang berarti kabut. Gas-gas yang terdapat dalam smog ini sangat reaktif dan bersifat pengoksid kuat, sehingga smog sangat merusak dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut asap dapat berlangsung selama beberapa hari dan sangat berbahaya terutama bagi orang-orang yang menderita asma atau gangguan pernapasan lain. Kabut berasap dapat mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan menghentikan pencemaran atmosfer.

Selain itu, kabut juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga dapat menyebabkan kecelakaan. Mobil-mobil harus berjalan pelan dan kereta harus mengurangi kecepatan untuk bisa melihat tanda-tanda lalu lintas. Pesawat mungkin tidak bisa mendarat dan pesawat yang ingin mendarat harus mengalihkan pendaratannya ke bandara lain yang tidak berkabut.

Deretan reaksi yang akhirnya menghasilkan smog ini dimulai dengan penyerapan sinar ultraviolet oleh Nitrogen dioksida (NO2) dan zat ini terurai menjadi Nitrogen monoksida dan atom Oksigen yang sangat reaktif:

NO2 + Sinar UV NO + O (1)

Selanjutnya atom oksigen ini bereaksi dengan molekul oksigen (O2) atau dengan atau suatu radikal yang sangat reaktif:

O + O2 O3 (2)

Atau

O + CxHy CxHy (3)

Ozon adalah pengoksid yang sangat kuat, sehingga dapat merusak tanaman. Konsentrasi 0,05 bpj sudah dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman tomat, tembakau dan lain-lainnya. Udara yang mengandung ozon dapat menyebabkan keretakan pada barang-barang yang dibuat dari karet dan dapat juga memudarkan warna baju. Ozon ini bagi manusia juga berbahaya. Gas ini pedas di mata, serta menyebabkan gangguan pada hidung, tenggorok, dan paru-paru.

Radikal hidrokarbon dalam bentuk teroksid sangat reaktif, bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan radikal baru “asilperoksi” yang lebih reaktif lagi:

CxHy + O2 CxHyO3 (4)

(asilperoksi)

Radikal asilperoksi ini dapat bereaksi lagi dengan hidrokarbon dan membentuk keton atau aldehida.

CxHyO3 + CxHy R¬C=O (5)

|

H

(aldehida)

CxHyO3 + CxHy R¬C=O (6)

|

R

(keton)

Oleh karena itu dalam smog tertimbun pula berbagai aldehida dan keton.

Di samping itu, radikal asilperoksi ini dapat juga bereaksi dengan nitrogen dioksida dan menghasilkan sekumpulan senyawa-senyawa yang disebut PAN, yaitu peroksi asilnitrat:

CxHyO3 + NO2 R¬C¬O¬O¬NO2 (7)

||

O

( PAN )

Sama halnya dengan ozon, berbagai PAN ini juga sangat berbahaya baik bagi manusia maupun bagi tumbuh-tumbuhan. Pada konsentrasi 0,2 bpj sudah dapat merusak..

Kecuali dengan nitrogen dioksida, radikal asil tadi dapat juga bereaksi dengan nitrogen monoksida dan oksigen dan membentuk suatu radikal lain, ozon, dan nitrogen dioksida:

CxHy + NO CxHyO2 + NO2 (8)

CxHy + O2 CxHyO2 + O3 (9)

Radikal yang dihasilkan ini dapat bereaksi lagi dengan nitrogen monoksida:

CxHyO2 + NO CxHyO + NO2 (10)

Jika terdapat belerang dioksida, radikal peroksi ini bereaksi dengan belerang dioksida dan menghasilkan belerang trioksida yang dengan air membentuk tetesan-tetesan halus asam sulfat dalam udara :

CxHyO2 + SO2 CxHyO + SO3 (11)

SO3 + H2O H2SO4 (12)

Akibat reaksi-reaksi tersebut terjadilah gas-gas yang sangat reaktif serta pengoksid kuat. Campuran gas-gas ini sangat berbahaya serta merusak. Untung jika ada angin atau ada udara yang bergerak terus menerus baik mendatar maupun vertikal, sehingga gas-gas tadi akan buyar dan tidak membahayakan orang-orang yang berada di daerah tersebut. Akan tetapi, jika aliran udara terganggu atau terhalang, yang mungkin terjadi di daerah yang berbukit-bukit atau tempat yang penuh dengan bangunan-bangunan tinggi, maka terbentuklah smog. Lebih celaka lagi, jika adanya smog bersamaan dengan adanya inverse suhu, artinya suhu udara di atas lebih panas dari suhu pada permukaan bumi. Keadaan demikian akan menimbulkan bencana besar, sebab udara dingin yang mengandung smog terjepit oleh udara panas yang berada di atasnya. Gas-gas yang berbahaya ini tidak dapat naik ke atas. Tambahan pula, karena lapisan udara di atasnya panas dan kering, sinar matahari mudah menembus lapisan tersebut sehingga pembentukan gas-gas berbahaya ini lebih dipercepat. Akibatnya, gas-gas berbahaya makin lama makin banyak tertimbun dan smognya makin lama makin tebal. Smog yang tebal ini menyebabkan orang susah bernafas, sakit tenggorokan, dan matanya menjadi perih. Jika keadaan ini berlangsung selama berhari-hari, akan banyak orang meninggal, terutama orang-orang yang lanjut usia. Keadaan demikian pernah terjadi di London pada bulan Desember 1952. Pada minggu kedua bulan Desember 1952 kota London tertutup dengan smog yang tebal. Selama seminggu itu 4.703 orang meninggal, padahal pada minggu kedua bulan Desember tahun sebelumnya kematian yang terjadi di kota London hanya 1.852. Jelaslah bahwa dengan adanya smog ini, angka kematian melonjak.

Selain itu adanya senyawa Didrokarbon (DC) sebagai zat pencemar. Kehadiran hidrokarbon di atmosfer dapat menghasilkan pembentukan kabut (smog). Jika terjadi pembakaran tidak sempurna maka hidrokarbon (HC) semakin banyak terbentuk, dengan sifat gas ini adalah bau yang tajam dan mudah mengikat N02 diudara menjadi komponen smog, yaitu komponen polusi sekunder photo-chemical oxydant. Untuk Hidrokarbon ini dapat mengganggu kesehatan manusia dengan iritasi pada kulit, mata, hidung, tenggorokkan akibat atom karbon yang diikatnya. Kematian dapat terjadi dari Benzene jika 20.000 pprn setelah 5 – 10 menit.

Sedangkan menurut pengamatan kami, kabut dapat berdampak positif dan negatif pada manusia khususnya manula. Adapun dampak positifnya yaitu :

· Dapat membantu mengurangi rasa sakit, misalnya penyakit reumatic yang dikarenakan kegemukan, yang mana pada saat terkena kabut yang dingin terjadi penyusutan lemak yang dapat mengakibatkan terjadinya perenggangan pembuluh darah yang menyempit. Pembuluh darah yang menyempit tersebut disebabkan terjepit oleh lemak pada orang gemuk. Sehingga peredaran darah menjadi lancar dan reumatic menjadi sembuh. Hal tersebut di atas adalah reumatik yang dikarenakan cuaca panas.

Sedangkan dampak negatifnya adalah :

· Jika manula yang memiliki penyakit paru – paru basah, penyakitnya akan mudah kambuh, yang dikarenakan kondisi tubuh manula yang kurang sehat

· Jika manula memiliki penyakit asma, saat terkena kabut dan udara dingin, asmanya mudah kambuh. Karena terjadi penyempitan pada rongga pernapasan yang mengakibatkan sulit untuk bernapas.

· Jika manula memiliki penyakit reumatik tulang tidak akan cocok untuk di daerah yang berkabut dan dingin. Karena dapat mengakibatkan tulang terasa sakit dan semua persendian tulang menjadi linu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU