Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Senin, 09 Juni 2008

Cara Menjadi Penulis Fiksi

INGIN JADI PENULIS FIKSI, BERBOHONGLAH !

Menulis merupakan sarana yang sangat efektif untuk mengabadikan gagasan dan ide-ide kita, sekaligus menyebarkannya ke dalam lingkup yang lebih luas, kepasa siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Menulis juga bisa membantu mensistematisasi alur pemikiran kita, sehingga gagasan yang kita sampaikan (baik melalui tulisan ataupun lisan) tidak melompat-lompat dan terkesan runtut, urut dan utuh. Akan tetapi, ternyata tidak semua orang bisa menulis.

Dengan tidak berpretensi “menggurui”, buku ini hadir untuk mengantarkan kita menjadi penulis yang baik dan bertanggung jawab. Agar kita menjadi penulis. Satu hal yang penting yang ditekankan oleh Josip Novakovich, penulis buku ini, yaitu “Menulis!” menulis dengan sebebas-bebasnya. Sekehendak hati. Tanpa merasa terikat dengan aturan dan teori apapun yang seringkali justru memenjarakan kreativitas.

Bagi Novakovich, pembicaraan tentang bakat, inspirasi, kegeniusan dan lain-lain, yang banyak diungkapkan oleh para penulis sebelumnya tentang hal-hal, yang bisa menjadikan seseorang sebagai penulis, adalah omong kosong. “duduk dan mulailah menulis!” “Menulislah, dan jangan menghabiskan banyak waktu hanya untuk memperindah cerita. Tuangkan hal-hal yang anda pikirkan dengan gambiling!” itulah wasiat-wasiat penting yang sering dilontarkan Novakovich alam buku ini.

Melalui buki ini, Novakovich mengajak kita semua untuk menulis dan menulis, dan tidak perlu menunggu ilham untuk memulainya. Karena bagi Novakovich ilham atau inspirasi bisa hadir saat seseorang sudah atau sedang menulis. Menulis juga tidak perlu memperhatikan apakah tulisan itu baik atau benar, sistematis atau tidak, runtut, tidak melompat-lompat dan sebagainya. Semua itu adalah penyakit yang perlu dicampakkan jauh-jauh oleh para penulis, terutama penulis pemula, seperti yang menjadi sasaran utama buku ini.

Novakovich sendiri sebenarnya adalah orang biasa, sebelum akhirnya menjadi penulis fiksi ternama yang berhasil meraih berbagai penghargaan di Amerika serikat. Yang menjadikan dia sebagai penulis ternama adalah ketekunannya berlatih untuk terus menulis hingga ratusan halaman tanpa memperdulikan sistematika penulisan, struktur kalimat dan sebagainya. Tetapi pada akhirnya diapun menyadari bahwa untuk mempercepat proses pembelajaran ini diperlukan teori dan pengarahan. Untuk itulah dia menulis buku ini.

Namun, meskipun Novakovich banyak memberikan pengarahan yang sangat cerdas dan bijaksana untuk membimbing semua pembaca menjadi penulis fiksi yang andal, dia tetap menekankan pentingnya latihan, bukan sekedar menumpuk teori.

Dengan demikian, untuk mengantarkan pembaca, Novakovich selalu memberikan kesempatan kepada pembaca untuk melatih diri menuangkan apa yang bersemayam di dalam pikiran menjadi bahasa dalam rangkaian kata-kata.

Dengan tekun, Novakovich memberikan bimbingan dan berbagai pertanyaan sebagai bentuk kehadiran dia secara tidak langsung, saat-saat kita sedang melatih diri menuangkan apa yang ada dalam pikiran. Sambil berlatih, Novakovich seperti terasa hadir di samping kita dengan segala kearifan dan motivasinya yang sangat canggih dan membakar. Di sinilah letak utama kelebihan buku ini. Ia sanggup membangkitkan semangat kita melalui kata-katanya yang lugas dan komunikatif.

Karena buku ini lebih ditujukan kepada penulis fiksi pemula, maka Novakovich banyak menampilkan contoh-contoh cerita fiksi, hampir di setiap halaman. Meskipun contoh-contoh tersebut sedikit banyak mengalami “Distorsi” bahasa ketika menjadi Bahasa Indonesia, namun hal itu tidak sampai merusak alur cerita dan tujuan utama yang diinginkan. Contoh-contoh tersebut dimaksudkan agar bisa menjadi inspirasi awal untuk terus dikembangkan dengan menampilkan karakter tokoh, setting, sudut pandang, adegan, dialog ataupun plot yang berbeda. Berangkat dari kreativitas memodifikasi cerita-cerita yang sudah ada pada akhirnya kita akan sampai pada level penulisan yang lebih orisinil.

Selain itu, kisah-kisah bagaimana para penulis besar seperti Milan Kundera, Anton Chekhov, Mark Twain, Charles Dickens, Leo Tolstroy, Nicolai Gogol, Tobias Wolff dan lain-lain menemukan inspirasi, membuat penokohan, alur cerita, setting dan lain-lain banyak diungkapkan oleh Novakovich, untuk membantu kita memperkaya pengalaman. Pada intinya mereka menuangkan gagasan-gagasan cemerlang ke dalam bentuk tulisan, banyak yang berangkat dari peristiwa-peristiwa “Kecil” yang sepintas tidak memiliki arti apa-apa. Seperti keributan kecil yang terjadi di cafĂ©, keluarga yang bermain bulu tangkis dan lain-lain. Tetapi kemampuan dan kelihaian mereka “berbohong” untuk memberikan bobot yang tinggi pada tulisannya memang peril ditiru, untuk selanjutnya dicoba. Ternyata “Berbohong” sesekali menjadi penting, bahkan sangat penting, utamanya dalam menulis karya fiksi. Menarik sekali apa yang dikatakan Novakovich.

“Jika Anda sudah terbiasa berbohong, mengapa tidak menyalurkan kebiasaan yang penuh dosa itu dengan menulis fiksi ?”

akhirnya, penulis dan kreativitas berbohong adalah kunci utama untuk menjadi penulis fiksi. Selamat mencoba berbohong !.

Oleh : Abdul Wahid

Jenis Buku : Fiksi

Judul Buku : Berguru Kepada Sastrawan Dunia

Nama Pengarang : Josip Novakovich

Penerbit : Helvy Tiana Rosa dan Hilman Hariwijaya

Penerbit : Kaifa, Bandung

Cetakan dan Tahun : 1. Mei 2003

Jumlah Halaman : xiii + 333 Halaman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU