Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 20 Mei 2008

Konsep Minat Baca

Konsep Minat baca

Minat sering disebut juga sebagai” interest “. Minat merupakan gambaran sifat dan sikap ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu dan keinginan yang kuat untuk melakukuan sesuatu.minat bukan bawaan dari lahir, melainkan dapat dipengaruhi oleh bakat. Minat diciptakan atau dibina agar tumbuh dan terasa sehingga menjadi kebiasaan. Melakukan sesuatu dengan terpaksa atau karena kewajiban walau dikerjakan dengan baik belum tentu menunjukkan minat yang baik, seperti membaca buku teks pelajaran.

Masyarakat Indonesia tampaknya masih mempunyai kecenderungan menjadi masyarakat oral ( lisan ). Masyarakat yang suka bicara, bercerita dimana dan kapan saja, belum masyarakat yang membaca, apalagi masyarakat yang menulis. Maka sekarang inilah kita perlu mengubah kebiasaan berbicara kita menjadi kebiasaan membaca dan menulis.berapa menitkah setiap hari kita membaca ? apa yang kit abaca, Koran lokal, Koran Nasional, Tabloid, atau buku?.

Anita Lie menunjukkan penelitian di Amerika Serikat yang hasilnya : 62 % populasi dewasa membaca Koran harian, 67 % populasi dewasa membaca Koran minggu, setiap Koran dari 62 juta yang dijual per hari dibaca oleh rata-rata dua orang, dan setiap pembaca meluangkan 62 menit untuk membaca Koran minggu dan 45 menit Koran harian.

Pendapat, orang yang mampu membaca dan menulis akan baik jika berbicara, tetapi suka berbicara belum tentu pembaca dan penulis yang baik. Pembaca yang baik belum tentu penulis yang baik, tetapi penulis yang baik tentu sebagai pembaca yang baik. Keterampilan berbicara, membaca, dan menulis sangat erat kaitannya. Hanya sayangnya mengapa kita suka berbicara ? oleh karena itu perlu pembinaan minat baca. Dengan pembinaan minat baca diharapakan adanya perubahan budaya yang mendasar pada masyarakat.

Faktor – Faktor Yang Dapat Meningkatkan Minat Baca Siswa

Untuk membina dan mengembangkan minat baca siswa tidak bisa terlepas dari pembinaan dan kemampuan membaca siswa, sebab seperti telah dijelaskan bahwa untuk menjadi orang yang minat tentunya harus mempu membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca tidak mungkin merasa senang membaca. Sudah barang tentu pembinaan kemampuan membaca dalam rangka pembinaan dan pengeembangan minat baca siswa akan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan sekolahannya. Semakin tinggi tingkat sekolah maka semakin ringan pula pembinaannya, semakin tinggi tingkatan sekolah seseorang akan lebih mampu membaca.

Dalam rangka pengembangan misi perpustakaan, guru, pustakawan selaku pengelola perpustakaan sekolah berusaha semaksimal mungkin membina kemampuan membaca siswa sehingga pada diri mereka tumbuh rasa senang membaca. Untuk dapat membina kemapuan membaca siswa, guru, pustakawan harus benar-benar memahami seluk beluk membaca, seperti prinsip-prinsip membaca, karakteristik membaca yang baik, kesiapan membaca, cara-cara memotivasi siswa agar senang membaca dan sebagainya. Semua ini tidak hanya dipahami tetapi yang lebih penting adalah diamalkan secara nyata dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan minat baca siswa .

v Prinsip – prinsip membaca adalah :

a. Membaca merupakan proses berpikir yang kompleks.

b. Kemampuan membaca tiap siswa berbeda-beda.

c. Pembinaan kemampuan membaca atas dasar evaluasi.

d. Membaca harus menjadi pengalaman yang memuaskan.

e. Kemahiran membaca perlu adanya latihan yang continue.

f. Evaluasi yang continue dan komprehensif merupakan batu loncatan

g. pembinaan minat baca.

h. Membaca yang baik merupakan syarat mutlak keberhasilan belajar

v Ada bebrapa karekteristik yang baik yaitu :

a. adanya tujuan yang ditetapkan sebelum membaca.

b. Selama kegiatan membaca berlangsung selalu menerpakan teknikteknik dan keterampilan-keterampilan membaca dengan harapan semakin lama semakin mahir dalam membaca

c. Mampu menafsirkan peta-peta, gambar-gambar, daftar-daftar

d. Mampu menggunakan alat-alat penunjuk penulusuran buku-buku

e. Seseorang yang membaca harus mempunyai latar belakanng pemahanan sehingga dapat lebih mudah dimengerti apa yang sedang dibacanya

f. Seseorang pembaca yang baik membentuk sikap-sikap tertentu sebagai pemahaman terhadap apa yang sedang dibaca.

Faktor Pendukung

Pembinaan dan pengembangan minat baca siswa tidak terlepas dari

pembinaan kemampuansiswa dalam membaca, sebab untuk menjadi orang yang

minat tentu harus mampu membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca tidak

mungkin merasa senang membaca.

Ada faktor – faktor yang mendukung pembinaan minat baca :

1. Secara alamiah orang beragama mempunyai kitab suci yang harus dibaca,

2. Orang yang berpendidikan sudah relative banyak,

3. Bahan bacaan sudah relative tersedia,

4. Perpustakaan sudah mulai berkembang,

5. Perhatian pemerintah sudah ada walau belum memadai,

6. Faktor transportasi, komunikasi, informasi dan iptek relative baik.

Faktor Penghambat

Rendahnya minat baca dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain

1. Belum banyak dirasakan manfaat langsung dari membaca

2. Bahan bacaan belum merata

3. Pembinaan perpustakaan belum merata

4. Pemajuan tekhnologi lebih menarik perhatian

5. Daya beli kurang

Pembinaan

Pelaku pembinaan minat baca adalah semua orang, tetapi yang sangat diharapkan

adalah :

1. Orang tua

2. Sekolah

3. Perpustakaan

4. Pemerintah ( Instansi terkait )

5. Penerbit, pengarang, percetakan, dsb

Pembinaan Minat Baca

Pembinaan minat baca dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan,

memilih, dan menyediakan bahan bacaan yang baik dan benar sesuai dengan usia

dan perkembangan jiwa. Beberapa petunjuk memilih bahan bacaan sesuai dengan

usia :

Usia Sekolah Lanjutan

1. Buku yang menunjang pelajaran, majalah ringan, majalah ilmiah popular, majalah umum.

2. Novel Hiburan

3. Novel Fiksi Ilmiah

4. Novel serius

5. Pengetahuan umum

Pembinaan Cara Membaca

Membaca seolah suatu kegiatan yang perlu cepat, seperti seorang yang berlari menuju garis finish. Namun dalam perkembangan selanjutnya,ternyata kecepatan membaca itu tidak harus selalu sama, tetapi fleksibel. Adakalanya perlu memperlambat atau bahkan berhenti sebentar, lalu cepat lagi. Kecepatan membaca sebenarnya tergantung pada tujuan membaca.

Soedarso menyatakan bahwa ada kebiasaan yang kurang baik yang sering dilakukan sampai kita dewasa ketika membaca yaitu :

a. Vokalisasi

Membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca karena mengucapkan kata demi kata dengan lengkap.

b. Gerakan bibir

Menggerakkan bibir atau komat kamit seaktu membaca, sekalipun tidak mengeluarkan suara, sama lambatnya dengan membaca bersuara. Kecepatan membaca bersuara ataupun dengan gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca diam.

c. Menunjuk dengan jari

Untuk menjaga-jaga agar tidak ada kata-kata yang terlewati maka kita melakukan dengan bantuan jari atau pensil menunjuk kata demi kata. Cara tersebut sebenarnya harus kita tinggalkan karena tidak memberi kepercayaan kepada mata dan otak.

d. Regresi

Kebiasaan selalu kembali ke belakang untuk melihat kata yang baru dibaca itu menghambat serius dalam membaca.

e. Subvokalisasi

Melafalkan dalam batin / pikiran kata-kata yang dibaca juga dilakukan oleh pembaca yang kecepatannya tinggi. Untuk menghilangkan subvokalisasi memang tidak mungkin, tetapi masih dapat diusahakan dengan memperlebar jangkauan mata sehingga satu fiksasi ( pandangan mata ) dapat menangkap beberapa kata sekaligus dan langsung menyerap idenya daripada melafalkannya. Kita harus sadar bahwa yang penting dalam membaca

adalah menangkap ide, bukan mengingat atau menekuni symbol-simbol yang tercetak itu.

Kiat Meningkatkan Minat Baca Siswa

Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat

baca siswa, antara lain :

a. Memperkenalkan buku-buku

Cara ini dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran maupun guru pustakawan.

Buku yang diperkenalkan dapat buku fiksi dan non fiksi. Buku yang diperkenalkan biasanya buku yang baru, menarik dan dapat ditunjukkan secara langsung, misalnya Harry Potter, Bangku kosong, majalah Info, menuju surga.

b. Memperkenalkan hasil karya sastrawan

satrawan tenar di Indonesia banyak sekali, misalnya Umar Kayam, Y.B. Mangun Wijaya, Rendra, Kahlil Gibran, Mira W, dll. Dengan memperkenalkan para tokoh dan karyanya serta proses kreatifnya akan mendorong siswa untuk mengenalnya.

c. Displey Referensi

Display biasanya digunakan untuk mempromosikan buku yang baru, maka

perlu penataan yang menarik agar para siswa mempunyai keinginan untuk

segera membacanya.

d. Pameran buku

Pameran buku dapat dilaksanakan dengan bekerjasama dengan totok buku

atau penerbit. Dengan memberikan potongan harga, diharapkan siswa

tertarik untuk membaca atau membelinya.

e. Majalah dinding

Majalah dinding hingga dewasa ini masih merupakan media sederhana

untuk berekspresi, berkreasi, dan bereksplorasi. Majalah dinding dapat

menjadi media kelas dan sekolah.

f. Melaksanakan program wajib belajar

g. Mengadakan lomba minat baca, misalnya lomba menulis resensi, lomba menulis puisi, lomba menulis karya tulis.

h. Memilih siswa teladan membaca buku paling banyak

i. Mengadakan kuis

j. Pemutaran film, video, CD di perpustakaan

k. Memberikan bimbingan membaca dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU