Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Rabu, 14 Mei 2008

Kemampuan Menulis Deskripsi

A. Kemampuan Menulis Deskripsi

Kumpulan materi untuk pelatihan baca dan tulis untuk guru SD Provinsi Jawa Timur (Maret 3, 2003 : l) menulis adalah “Proses penyampaian gagasan, pesan, sikap dan pendapatnya kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca”

KBBI Depdikbus (19988 : 968) menulis adalah “melahirkan pikiran atau perasaan”

Cory Keraf (1999 : 16) deskripsi adalah “Bentuk wacana yang berusaha menyajikan objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada didepan mata kepala pembaca dan pembaca seakan-akan melihat sendiri objek itu”

KBBI (1988 : 552) kemampuan adalah “kecakapan, kekuatan”.

Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis deskripsi kecakapan seseorang menyampaikan gagasn, pesan, sikap dan pendapatnya kepada orang lain tentang suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa. Sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca dan pembaca melihat sendiri objek itu.

Deskripsi memberi suatu citra mentala mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya pemandangan, prang atau sensasi. Fungsi utamanya adalah membuat para pembacanya melihat barang-barang atau objeknya atau menyerap kualitas khas dari barang-barang itu. Deskripsi membuat kita melihat visualisasi mengenai objeknya. Secara kasar dapat dikatakan deskripsi memusatkan uraiannya pada penampakan barang, sedangkan eksposisi memusatkan uraiannya pada wujud barang. Dalam deskripsi kita melihat objek garapan secara hidup-hudip dan konkret, kita melihat objek secara bulat, eksposisi tidak.

Sebuah deskripsi suatud aerah pedsaan kurang dengan ciri-ciri studi topografi, tetapi lebih bertalian dengan macam-macam keistimewaan umum dan suasana lokal yang menarik. Oleh karena itu deskripsi memberi perhatian pada penampilan yang khas dari objeknya dan terpaut dengan aspek-aspek yang unik. Sebaliknya eksposisi biasanya memaparkan pada hala yang umum yang dpat dibatasi. Dengan demikian deskripsi akan meninggalkan pada kita ide mengenai wujud dan susunannya karena hubungannya dengan indera dan pencitaan sehingga deskripsi diklasifikasikan sebagai tulisan kratif. Kadang-kadang ditulis untuk dibaca sendiri. Namun sangat sering ini digabungkan dengan bentuk wacana lainnya dan dengan demikian menjadi bagian dari keseluruhannya.

Secara singkat deskripsi bertujuan membuat para pembaca menyadari dengan hidup-hidup tentang apa yang diserap penulis melalui pancaindranya, merangsang pembaca mengenai apa yang digambarkannya, menyajikan suatu kwalitas pengalaman langsung. Objek yang dideskripsikan meungkin sesuatu yang bisa ditangkap dengan pancaindra kita, sebuah pemandangan alam, jalan – jalan kota, tikus-tikus selokan atau kuda balapan, wajah seorang cantik atau seseorang yang putus asa, alunan musik atau gelegar guntur, dan sebagainya. Jadi diskripsi selalu menyangkut kebulatan, walaupun hanya sebagaian dari keseluruhan, bukan ciri individual.

B. Media kolase

Eni anggraeni (1997:1) media adalah “segala alat bantu yang digunakan oleh guru dan pelajar untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan”.

KBBI Depdikbud (1988:569) media adalah “alat (sarana)komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk”’

KBBI Depdikbud (1988 : 450) kolase adalah teknik penyusunan karya dengan cara menempelkan bahan-bahan (kain, kertas, kayu) ungkapan asing, kutipan, gambar yang dianggap tidak berhubungan satu sama lain”.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas bahwa media kolase adalah alat bantu yang dapat digunakan menyusun karya (karya tukis). Karya tulis dalam hal ini adalah menulis deskripsi.

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa yang menjurus ke arah terjadinya proses belajar. Yang dimaksud alat adalah media yang mempunyai arti tersendiri bagi guru yang menggunakannya sehingga dapat membantu siswa memproses pesan-pesan pendidikan atau bahan-bahan pembelajaran yang disampaikan. Berarti media membantu mempertinggi hasil belajar yang sangat diharapkan.

Ada beberapa alasan mengapa media dapat mempertinggi mutu proses belajar siswa :

1) Memperjelas bahan pertinggi mutu proses belajar siswa

2) Mengefektifkan dan mengfungsionalkan penggunaan alat indra siswa sebanyak mungkin sesuai sifat materi dan pokok bahasan yang disampaikan,

3) Merangsang cara berfikir siswa, pemilihan, media yang tepat lebih mempercepat daya cerna mereka terhadap materi yang disampaikan karena karena menggugah tanggapan, daya ingat, emosi, fantasi, dan intelegensia,

4) Merangsang siswa berdialog dengan dirinya.

Penggunaan media pembelajaran berupa gambar-gambar foto dan grafik yang ditampilkan guru akan menarik perhatian siswa dibandingkan dengan ceramah atau cerita. Berkenaan dengan taraf berfikir abstrak dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks. Dalam hal ini penggunaan media pembelajaran erat kaitannya dengan tahapan berfikir siswa.

Berkenaan dengan taraf berfikir siswa, taraf pikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir konkret menuju berpikir abstrak, dari berpikir sederhana menuju kompleks. Dalam hal ini penggunaan media erat kaitannya dengan tahapan berpikir melalui media. Hal hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang yang kompleks dapat disederhanakan. Contihnya, penggunaan peta dan globe, pada dasarnya merupakan penyederhanaan dan pengkonkretan dari konsep geografi sehingga dapat dipelajari siswa dalam konsep yang jelas.

Media pembelajaran dalam penelitian ini adalah media kolase. Media kolase adalah guntingan gambar dari majalah atau koran dari peristiwa yang berbeda tetapi dalam konteks yang sama bila gambar dipadukan satu sama lain. Unsur kolase adalah gambar terdiri atas foto dari majalah atau koran, sketsa, karikatur dan teks.

C. Peningkatan Kemampuan Menulis deskripsi dengan Menggunakan Media Kolase.

Menulis deskripsi lebih menekan pengungkapannya melalui rangkaian kata-kata. Untuk membuat deskripsi yang baik penulis mengadakan identifikasi terlebih dahulu. Dengan mengenal ciri-iri objek penulis dapat menggambarkan secara verbal objek yang ingin diperkenalkan kepada pembaca, misalnya “ orang ini berambut ikal dengan mata yang bulat, wajahnya agak lonjong,..” sehingga diperoleh gambaran yang bulat mengenai tokoh tersebut.

Menulis deskripsi dengan mengidentifikasi objek dengan tujuan para pembaca mengenal objek dan melihat objek yang didemonstrasikan. Dengan demikian pembaca walaupun tidak langsung berhadapan dengan objek atau barang yang diperkenalkan, pembaca dapat mengetahui objek itu melalui uraian atau perincian yang diberikan oleh penulis memlalui tulisannya. Karena yang digambarkan dengan kata-kata itu sama dengan kenyataan-kenyataan yang ada dan menjadi ciri objek itu.

Pemilihan media kolase sebagai alat bentu siswa adalah mengorganisasikan informasi yang ada pada gambar untuk menggambarkan objek-objek atau peristiwa yang terjadi sesuai dengan tampilan gambar.

Media kolase sebagai alat bantu siswa mengorganisasikan informasi, sehingga dapat menusun detai-detai dari setiap peristiwa dan situasi. Dengan kondisi yang demikian muncul kreativitas dalam mengembangkan kemampuan berpikir atau daya nalarnya melalui media tersebut. Pembelajaran dengan menggunakan media kolase dalam penulisan deskripsi diyakini pada dampak kegiatan belajar mengajar secara efektif artinya dapat mengatasi kesulitan guru dalam pembelajaran menulis yang memerlukan sejumlah potensi pendukung, kesungguhan kemauan keras untuk mendorong siswa lebih kreatif, aktif dan cerdas.

Dengan demikian tercipta iklim budaya tulis-menulis dan belajar mengajar yag kondusif, efesien berarti pembahasan materi dapat selesai sesuai alokasi waktu. Dengan kreteria pemilihan media kolase yang disesuaikan dengan taraf berpikir siswa dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsing yaitu mempermudah menangkap makna yang terkandung dari peristiwa pada gambar.

Dengan demikian siswa dapat mendeskripsikan objek-objek secara detail yang sesuai peristiwa objek yang ditonjolkan pada guntingan gambar yang dipadukan dan memperkaya penguasaan kosa kata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU