Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Selasa, 15 April 2008

Sentuhan Perasaan Tuna Rungu

Human Interest / Sentuhan Perasaan

Ditanya, Penjaga Toilet Itu Senyum dan Menunjuk Pin di Dada

Beberapa karyawan Golden City Mall (Goci Mall) adalah tunarungu. Ditengah keterbatasan. Mereka berjuang bekerja sebaik – baiknya demi pelanggan mal.

Wuri Sumarsih berterima kasih lirih. Ucapan wanita berkerudung itu nyaris tanpa suara. Jawa Pos yang sedang membayar tiket toilet pun kesulitan mendengar. Wuri, penjaga toilet Goci Mll tersebut, juga tak mampu berucap saat koran ini menanyakan letak salah satu stan. Dia hanya tersenyum sembari menunjuk pin di dadanya.

Pin itu biru dengan gambar telinga disilang. Tulisan Tuli/Deaf pada pin sudah menjawab segapa pertanyaan Jawa pos.

Karena keterbatasan komunikasi itu. Wuri dibantu Puji Haryati, salah seorang rekan kerjanya. Tentu, Puji sudah paham betul maksud pembicaraan kawannya tersebut. “semua penjaga toilet disini memang tuli, Mbak. Jadi, bicaranya tidak jelas. Kami sudah biasa ngobrol dengan bahasa isyarat. Belajar dari mereka,” jelas puji.

Betul. Tujuh penjaga toilet di Goci Mall adalah penyandang tunarungu. Mereka direkrut dari ikatan Alumni Yayasan Pembinaan Anak Cacat (Ika- YPAC). Sekitar setahun silam, penggiat Ika-YPAC menghadap manajemen Goci Mall. Mereka meminta ruang kerja untuk penyandang cacat di mal tersebut.

Proposal mereka diterima. Manajemen lantas memanggil beberapa alumnus Ika-YPAC untuk ikut tes calon karyawan. Pos pertama yang dibuka untuk para tuna rungu wanita adalah penjaga toilet.

Ternyata, para tuna rungu itu tidak hanya mengandalkan belas kasihan. Mereka memang niat, giat dan bisa bekerja. Hal tersebut diungkapkan Saptanul Kurniawan, HRD manajemen Goci Mall. “Mereka lebih bertanggung jawab dan disiplin pada tugas,: ungkapnya.

Misalnya, jika sakit, temannya akan sukarela mengganti tugas tersebut. Saat si sakit masuk, dia pasti melengkapi diriny dengan surat keterangan dokter plus izin tertulis.

Semangat tersebut memang beralasan. Sebab, para tunarungu itu girang betul karena mereka sudah diberi kesempatan kerja.

Alasan karena membahas tentang kehidupan para tuna rungu yang bekerja sebagai penjaga toilet di Golden City mall yang membuat kita terharu / menyentuh perasaan kita. Karena walaupun dengan keterbatasan komunikasi mereka tetap bekerja untuk membiayai kehidupan mereka sehari – hari.walaupun begitu mereka tak pernah putus asa walaupun terkadang mereka sering kesulitan menghadapi para pengunjung toilet jika ada yang letak salah satu stan. Tetapi wuri tetap bersyukur karena dengan keterbatasan komunikasi ia masih bisa bekerja. Karena keterbatasan komunikasi wuri dibantu oleh Puji Haryanti salah seorang rekan kerjanya. Ternyata wuri dan teman – temannya tidak mengandalkan belas kasihan mereka memang niat untuk giat dan bisa bekerja dengan baik. Semangat para tuna rungu tersebut beralasan sebab para tuna rungu sangat senang karena mereka mempunyai kesempatan untuk bekerja.

Dihimpun dari koran Jawa Pos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU