Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Rabu, 16 April 2008

Pengertian Society Dinamics

Apa yang dimaksud Social dinamics dan Social Statics ?

A. Society Dynamics

Social dynamics dengan demikian merupakan kunci untuk memahami masyarakat. Sebagaimana telah disebut I atas, social dinamics adalah teori tentang perkembangan masyarakat manusia. Comte tidaklah membicarakan asal mula manusia, sebab menurut dia, semua pertanyaan tentang asal mula masyarakat (human, social origin) akan lebih banyak menurut imajinasi (daya khayal) yang oleh karena itu berada di luar batas lingkup ilmu pengetahuan. Karena ajaran dari filsafat positif yang diajukan mengatakan bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah dapat dibuktikan di dalam kenyataan.

Comte mengakui adanya hewan-hewan bermasyarakat, sebagaimana dikemukakan dalam studi biologi dalam penerapannya sebagai perbandingan studi mengenai masyarakat. Tetapi dia menolak kebenaran atau validitas yang mangasalkan manusia dari mahluk yang lebih rendah atau binatang kembangan yang terus menerus, sekalipun dia juga menambahkan bahwa perkembangan umum daripada masyarakat tidaklah merupakan suatu jalan lurus. Sebab ada banyak hal yang mengganggu perjalanan umum dari perkembangan masyarakat itu, seperti halnya faktor ras manusia itu sendiri, faktor iklim, dan faktor tindakan politik, terutama kesalahan-kesalahan politik. Dan bila gangguan-gangguan sedemikian itu tidak pernah dikenal, maka Comte yakin bahwa ada satu hukum yang mengatur kesinambungan perkembangan sosial masyarakat itu. Comte kemudian mengajukan pertanyaan, hukum umum apakah yang mengatur perkembangan sosial dan oleh karena itu juga perkembangan atau kemajuan manusia?

Comte berpendapat bahwa jawaban tentang pertanyaan tersebut haruslah dicari daripada karakteristik yang membedakan antara manusia dengan binatang. Dan menurut Comte, yang membedakan manusia dari binatang adalah perkembangan intelensia manusia yang lebih tinggi. Dan dengan asumsi sedemikian ini, Comte kemudian mengajukan hukum tentang tiga tingkatan perkembangan intelegensi manusia, yaitu yang pertama pemikiran yang bersifat theologis atau fictitious, kedua pemikiran yang bersifat metaphisik atau pemikiran yang abstrak dan yang ketia adalah pemikiran manusia pada dasarnya ditentukan oleh pertumbuhan dari pemikiran manusia dan oleh karena itu, hukum tertinggi dari sosiologi haruslah hukum tentang perkembangan intelegensi yaitu :

1. The law of the three stages

2. The law of the hierarchie of the sciencies.

3. The law of the correlation of practical activites

4. The law of the correlation of the feelings

B. Social Statics

Dengan social statics dimaksudkan Comte sebagai teori tentang tertib dasar masyarakat. Sebagaimana disebut di atas, Comte membagi sosiologi ke dalam dua bagian yang memiliki kedudukan yang tidak sama. Sekalipun social statics adalah merupakan bagian yang lebih elemter di dalam sosiologi tetapi kedudukannya tidak begitu penting dibandingkan dengan social dinamics. Fungsi dari social statics adalah untuk mencari hukum-hukum tentang aksi dan reaksi daripada berbagai bagian di dalam suatu sistem sosial. Jadi kalau social dinamics berusaha untuk mencari hukum-hukum tentang gejala-gejala sosial di dalam perbedaan waktu dari suatu pertumbuhan, maka social statics mencari hukum-hukum tentang gejala-gejala sosial yang bersamaan waktu terjadinya. Kalau di dalam social dynamic Comte mengemukakan empat hukum, maka di dalam social statics dia mengajukan empat doktrin yaitu doktrin tentang individu, keluarga, masyarakat dan negara.

1. The doctrine of the individual

2. The ddoctrine of the family

3. The doctrine of the society

Akhirnya dapatlah kita meringkaskan doktrin Comte tentang masyarakat ke dalam tigas statemen yaitu :

a. Masyarakat adalah suatu kerjasama atau hubungan-hubungan yang paling memiliki ketergantungan yang terjadi tidak di atas landasan insting maupun daya tarik alamiah. Akan tetai diatas landasan pembagian pekerjaan vision of labort.

b. Masyarakat adalah laksana organisme di dalam pengertian umum.

c. Batas-batas dari masyarakat adalah kemanusiaan itu sendiri.

4. The doctrine of the state

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU