Mungkin Ini Yang Bisa Saya Bagi Kepada Anda
Jika Kurang Berkenan Dengan Artikel Yang Saya Posting, Saya Menghaturkan Maaf, Bila Anda Puas Dan Senang Dengan Artikel Saya Sudah Selayaknya Anda Bisa Berbagi Kepada Anak Yatim Piatu Atau Tetangga Anda Yang Kurang Mampu. Saya yakin dengan berbagi, masalah atau hal yang kita kerjakan akan cepat selesai.

Jumat, 25 April 2008

Menulis Artikel Pada Majalah Dinding

Bagaimana seharusnya menulis artikel pada majalah dinding ? majalah dinding karena berupa majalah sebaiknya berisi bermacam-macam informasi. Misalnya liputan (laporan) berita tentang suatu peristiwa, cerpen, puisi, profil / sketsa biografis (lukisan singkat yang berhubungan dengan kehidupan seseorang), kisah lucu di sekitar pelajar, hobi, agenda (informasi peristiwa dengan bahasa prokem, album (foto-foto kegiatan pelajar dan lain-lain)).

Karena artikel majalah sekolah . majalah dinding disajikan dari siswa untuk siswa, bahasanya boleh ringan / bahasa pop. Bahasanya tetap bahasa Indonesia baku tapi disajikan dengan ringan. Ingat baku tidak berarti hasrus kaku. Bahasa “Ngepop” boleh digunakan agar tidak membosankan. Agar mudah dimengerti bahasanya haruslah singkat, pada, tidak bertele-tele, sarat data dan fakta.

Untuk mewartakan peristiwa (liputan) bentuk yang dipilih adalah feature. Tetap mengandung 5 W + 1 H tetap disajaikan dengan gaya penulisan yang indah, maksudnya mengungkapkan peristiwa seperti cerita tapi merupakan berita.

Berpangkal dari perkiraan bahwa manusia membutuhkan jawaban dari rasa ingin tahunya, maka materi berita biasanya digali melalu pertanyaan 5 W + 1 H (Wahat = Apa, Who = Siapa, Why = Mengapa, Where = Dimana, When = bilamana / kapan, dan How = Bagaimana).

n Apa yang terjadi ?

n Siapa yang terlihat dalam kejadian itu ?

n Mengapa (apa yang menyebabkan kejadian itu timbul?)

n Dimana kejadian itu ?

n Bilamana terjadinya peristiwa itu ?

n Bagaimana kejadian itu (duduk perkaranya) ?

Dari pertanyaan-pertanyaan sederhana itu kita dapat mengumpulkan fakta seluas-luasnya. Setiap kejadian akan mengandung keenam pertanyaan itu.

Dari pertanyaan apa yang terjadi akan terkumpul fakta yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku dalam suatu kejadian. Hal yang dilakukan atau tindakan ini dapat berupa penyebab suatu kejadian, tetapi juga bisa berupa akibat.

Dari pertanyaan siapa akan terkumpul fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terlibat dalam kejadian. Jangan lupa menulis identitas, nama, umur, pekerjaan, tanda-tanda yang melekat pada diri seseorang. Makin banyak makin lengkap.

Dari pertanyaan mengapa akan terkumpul jawaban tentang latar belakang suatu kejadian atau penyebab suatu kejadian.

Pertanyaan mengapa akan terkumpul jawaban tentang latar belakang suatu kejadian atau penyebab suatu kejadian.

Pernyataaan dimana menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus dapat diidentifikasi dengan jelas sehingga pembaca memperoleh gambaran mengenai tempat tersebut.

Pertanyaan bilamana akan menyangkut waktu kejadian atau kemungkinan waktu yang berkaitan dengan kejadian. Waktu yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

Pertanyaan bagaimana akan memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang akan diberikan. Bagaimana terjadinya peristiwa, bagaimana pelaku melakukan perbuatan atau bagaimana menjalaninya.

Berita / peristiwa sebetulanya dapat disajikan dalam bermacam-macam bentuk dan gaya :

o Hard News : bentuk berita paling sederhana di Koran / Majalah

hardnew berisi fakta murni yang mengabarkan peristiwa penting dengan segera dan langsung mengacu pada 5 W + 1 H. berita jenis ini selalu mengedepankan kebaruan, disajikan secara cepat, bahasanya lugas.

o Soft News : berita yang mengandung 5 W + 1 H tetapi dikemas

dengan gaya bahasa yang ringan, dan biasanya beritanya menarik. Yang ditonjolkan adalah faktor menariknya, bukan pentingnya, karena ringan ia lebih bersifat menghibur.

o Feature : lazim disebut berita kisah atau cerita pendek non fiksi.

Isinya lebih bersifat “human interest” (orang biasa dalam situasi yang luar biasa), gaya penulisannya indah memikat. Pada dasarnya semua jenis tulisan bisa disebut feature. Soal iptek yang pelik, bisa cepat dimengerti bila disajikan dengan feature yang indah.

o Opini : Pendapat / ulasan / analisis. Tulisan ini biasanya disajikan

dalam bentuk esai, yaitu karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.

o Tajuk Rencana : Opini yang dibuat redaksi. Tajuk rencana ini merupakan suara atau sikap redaksi terhadap masalah yang sedang jadi pembicaraan di masyarakat / sekolah.

Menulis adakah teorinya ? seperti halnya melukis / pekerjaan seni lainnya tak ada teori khusus untuk menulis. Seorang penulis pernah bertanya pada seorang pelukis terkenal. “Bagaimana teori melukis?” Pelukis balik bertanya “Tahukah anda teori orang naik sepeda?” jadi sebuah teori. Menulis harus dilakoni. Menulis bukan kegiatan yang sekali jadi. Menulis harus dilatih terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan. Kalau kita sudah menguasai alatnya – menaklukkan bahasa – apa yang tampak sederhana di mata orang lain, bisa disajikan secara menarik, dan bisa disajikan istimewa di mata pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

POSTING TERBARU